Kakek Pemulung Tambal Lubang Jalan di Sragen Secara Sukarela


SURATKABAR.ID Kisah menyentuh dan menginspirasi datang dari Mbah Sadiyo. Pria yang kesehariannya bekerja sebagai pemulung ini ikhlas menyisihkan sebagian rezekinya untuk menambal lubang jalan di Sragen. Sadiyo Cipto Wiyono (65), demikian nama lengkapnya, merasa terpanggil membeli semen dan pasir untuk menambal jalan. Harapan dari warga Gondang, Sragen, Jawa Tengah ini hanya satu, yakni agar para pengguna kendaraan selamat saat melintas di jalan.

Mengutip reportase Kompas.com, Senin (02/04/2018), Mbah Sadiyo menuturkan alasan awalnya terpanggil untuk memperbaiki jalan yang berlubang yang nyatanya kini jadi viral tersebut. Di tahun 2012, saat Mbah Sadiyo mengayuh becak untuk memulung, lubang di jalanan pernah membuatnya celaka. Saat itu, becaknya terperosok. Ban becaknya rusak parah, hampir patah. Mbah Sadiyo pun merasa prihatin dan terpaksa mengeluarkan biaya untuk memperbaiki becaknya itu.

“Awalnya dulu pas berangkat memulung, becaknya masuk lubang yang cukup dalam. Ban saya rusak dan terpaksa diperbaiki. Setelah bisa pulang, saya teringat masih memiliki persediaan pasir dan ada sedikit rezeki buat beli semen. Saya bawa semen dan pasir dan menambal lobang itu, tapi ternyata tidak hanya satu, ada kurang lebih tujuh atau delapan yang saat itu saya tambal,” ungkap Sadiyo kepada awak media pada Senin (28/02/2017) silam.

Sejak itulah, selain barang rongsokan di becaknya, Mbah Sadiyo juga selalu membawa cangkul, cetakan ember berisi pasir dan semen secukupnya. Saat berangkat pergi mencari barang rongsokan, Mbah Sadiyo menyempatkan berhenti apabila melihat ada lubang di jalan. Sudah tak terhitung berapa puluh lubang jalan di jalan desa Gondang hingga Banaran yang telah ditambalnya.

“Harapan saya jangan sampai ada orang lain yang terperosok gara-gara lubang jalan, seperti yang pernah saya alami. Maka saya sisihkan sedikit buat beli semen atau pasir,” imbuhnya.

Baca juga: Pahlawan Pendidikan Bagi Anak Pemulung, Maulidar dan Rekan Mengajar Sukarela

Dalam perjalanan menambal lubang jalanan bertahun-tahun ini, sudah tak terhitung suka duka yang dialami Mbah Sadiyo. Kadang ada orang yang justru malah memarahinya—mereka tak berkenan dengan tindakan baik Mbah Sadiyo tersebut. meski begitu, banyak juga yang berterima kasih lalu ikut memberinya minum atau makan secara sukarela.

“Saya niatnya membantu kok, tidak masalah dengan omongan orang lain,” tukasnya. Sadiyo tinggal di rumahnya di Dukuh Grasak RT 42/ RW 11, Desa Gondang, Kecamatan Gondang, Sragen bersama istrinya tercinta, Tumirah (65) dan cucu mereka. Ketiga anaknya sudah tinggal bersama keluarga mereka masing masing diluar desa. Hingga kini, Mbah Sadiyo masih bersemangat menambal lubang jalan agar tak ada lagi warga yang mengalami musibah serta selamat sampai tujuan.

Diapresiasi Gubernur

Sementara itu, mengutip reportase TribunNews.com, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo ikut merespons aksi Sadiyo ini. Menurut Gubernur, aksi Sadiyo layak mendapat penghormatan.

“Ya enggak apa-apa, itu sudah lama, kemudian diviralkan. Sebagai sebuah partisipasi, kalau saya menghormati Mbah Sadiyo, enggak apa-apa,” kata Ganjar, saat diminta komentar, Sabtu (4/3/2017).

“Kalau bicara Mbah Sadiyo hebat, ada yang bilang prihatin. Lha kamu mau ikut (cara) Mbah Sadiyo mau atau gak? Itu kepedulian dari seseorang yang cinta pada daerahnya,” ujar Ganjar.

Ganjar menambahkan, Pemerintah Kabupaten Sragen telah membentuk tim untuk menutup jalan berlubang. Tim sudah bekerja pada Jumat (03/03/2017) lalu.

“Secara kelembagaan jelas, saya sudah telepon bupati, dan sudah turun. Dia (Bupati) bilang, sudah siapin timnya untuk turun tutup lubang. Per kemarin sudah turun,” tukasnya.