Selain April Mop, Ini adalah Hari Saat Hitler Diseret ke Penjara Landsberg. Bagaimana Kisahnya?


SURATKABAR.ID – Setiap tanggal 1 April dikenal sebagai hari, di mana kejahilan bebas dilakukan tanpa khawatir orang yang dikerjai marah atau sakit hati. Namun tahukah Anda apa yang terjadi di masa lalu, selain April Mop alias April Fools?

Jika kembali menengok sekilas ke belakang, ternyata tanggal 1 April 1924 adalah hari, di mana diktator paling kejam di seluruh dunia, Adolf Hitler, diseret ke Penjara Landsberg atas tuduhan pemberontakan yang telah dilakukannya.

Bagaimana kejadian sebenarnya, sampai pemimpin Nazi ini harus menerima hukuman selama 5 tahun mendekam di balik bilik penjara karena pengkhianatan tingkat tinggi? Berikut kisahnya, seperti yang dilansir Grid.ID dari laman History, Minggu (1/4/2018).

Politisi kelahiran Braunau am Inn, Austria-Hongaria, tahun 1880 ini dicap sebagai politisi terkejam sepanjang sejarah. Selain tercatat sebagai seorang politisi tinggi Jerman, Hitler juga merupakan Ketua Partai Nazi, membuatnya menjadi tokoh paling ditakuti.

Hitler merupakan sosok penting Jerman yang bertanggung jawab atas pecahnya Perang Dunia II di dataran Eropa. Ia jugalah yang turut andil dalam insiden Holocaust. Sebanyak lebih dari 50 juta orang, termasuk 6 juta kaum Yahudi dan 5 juta etnis nor-Arya musnah akibat kebijakannya.

Baca Juga: Pemburu Harta Karun Bongkar Rahasia Hitler yang Mengerikan

Awal 1920-an, masyarakat mulai jengah terhadap partai pemerintah demokratis Jerman, kelompok politik sayap kiri, dan juga Yahudi.DI bulan November 1923, usai Pemerintah Jerman melakukan pembayaran terhadap reparasi perang kepada Inggris dan Prancis, Nazi mengeluarkan Beer Hall Putsch.

Hal tersebut merupakan langkah pertama yang dilakukan Nazi demi dapat merebut kursi Pemerintahan Jerman melalui cara keras. Pemimpin Nazi berharap dengan revolusi nasionalis di Bavaria menyebar ke jajaran tentara Jerman yang merasa tidak puas.

Sayangnya, pemberontakan tersebut berhasil ditekan dan dikendalikan. Ia pun ditangkap dan divonis dengan hukuman 5 tahun penjara. Tepat pada tanggal 1 April 1924, Hitler dibawa ke Penjara Landsberg, di mana selama masa hukumannya dihabiskan untuk mendiktekan otobiografi, Mein Kampf.

Tak hanya itu saja, di balik jeruji besi Hitler mengerjakan keterampilan di bidang otatoris. Dan menginjak bukan ke sembilan ia dipenjara, pendukung Partai Nazi melakukan tekanan politik menuntut Hitler segera dibebaskan.

Lalu selama beberapa tahun berikut, Hitler bersama dengan anggota Nazi tinggi lainnya mereorganisasi Partai Nazi menjadi sebuah gerakan fanatik. Tahun 1932, gerakan tersebut rupanya sanggup meraih banyak dukungan parlemen Jerman secara legal.

Kemudian pada Januari 1933, Presiden Paul von Hindenburg menunjuk Kanselir Hitler dengan harapan agar Pemimpin Nazi dapat diajak sebagai anggota cabinet presiden. Namun tindakan pertama kanselir baru malah membumihanguskan Gedung Reichstag, dengan dalih menyerukan pemilihan umum.

Di bawah Nazi, polisi menekan sejumlah besar partai oposisi sebelum terjadi pemilihan. Dan dengan cara tersebut, Partai Nazi pun sukses mendapatkan kemenangan mutlak. Tak berselang lama usai pemilihan, Hitler merebut kekuasaan melalui Undang-Undang.

Setelah sebelumnya sempat meremehkan keberanian politik, pada tahun 1934 Hindenburg menghembuskan napas terakhirnya. Dan peristiwa tersebut otomatis menjadikan Adolf Hitler satu-satunya penguasa negara yang ingin menggunakan genosida dalam peperangan.