Pernah Bersitegang dengan KPK, 2 Jenderal Ini Alami Hal Tak Terduga Pasca Pensiun


SURATKABAR.ID – Susno Duadji dan Budi Waseso (Buwas) diketahui pernah bersitegang dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Diketahui, keduanya juga pernah menjabat sebagai Kepala Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Polri.

Susno menjabat pada Oktober 2008 hingga November 2009, sedangkan Buwas menjabat pada Januari 2015 hingga September 2015.

Keduanya juga dikenal kontroversial karena “perseteruannya” dengan lembaga anti rasuah tersebut. Untuk mengingat kembali, berikut ulasan singkatnya.

Susno Duadji

Susno menuai kontroversi karena ucapan soal cicak versus buaya untuk menyindir KPK. Hal ini bermula ketika Susno merasa telponnya disadap oleh KPK pada tahun 2009. Susno juga dituding menerima Rp 10 miliar terkait penanganan Bank Century. Namun, tudingan ini berkali-kali dibantah oleh Susno.

Baca juga: Dituntut 16 Tahun Penjara, Setya Novanto Juga Harus Bayar Denda Miliaran Rupiah

“Cicak kok mau melawan buaya,” ujar Susno kala itu, dikutip dari tribunnews.com, Rabu (14/3/2018).

Kasus ini pun makin heboh ketika Polri menetapkan dua pimpinan KPK, Chandra M Hamzah dan Bibit Samad Rianto, sebagai tersangka.

Keduanya diduga menerima uang dari adik buronan kasus Sistem Korupsi Radio Terpadu. Namun, kasus ini malah berakhir dengan penghentian perkara demi kepentingan umum.

Akibatnya, masyarakat saat itu mendukung KPK dan mengolok-olok Polri. Hingga pada November 2009, Susno menyatakan mundur dari jabatan sebagai Kabareskrim Mabes Polri.

Budi Waseso

Peristiwa kontroversial terjadi ketika Buwas dilantik sebagai Kabareskrim menggantikan Komjen Suhardi Alius. Kala itu, Buwas menyebut ada pengkhianat internal di Bareskrim.

Meski tak ada penjelasan mengenai pernyataan Buwas, hal ini diduga sindiran kepada Komjen Suhardi yang disebut memberikan data soal kasus Komjen Budi Gunawan ke KPK.

Kemudian, pada Januari 2015, Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto ditangkap dengan tuduhan menyuruh saksi memberikan keterangan palsu dalam sidang Mahkamah Konstitusi (MK) tahun 2010.

Penangkapan ini diduga sebagai awal perseteruan Polri vs KPK jilid III. Bambang melaporkan penangkapan ini ke Komnas HAM yang berujung pada pemeriksaan Budi.

Kala itu, Budi juga dianggap sebagai aktor yang ingin melemahkan KPK dengan menjerat komisionernya satu demi satu.

Sebab, selain Bambang, dua komisioner KPK lainny, Abraham Samad dan Novel Baswedan, juga sempat berurusan dengan Bareskrim.

Samad dituding memalsukan dokumen dan penyalahgunaan wewenang karena bertemu dengan orang yang memiliki perkara.

Sementara Novel, dijerat dengan kasus lama yang ramai pada tahun 2012. Novel dituduh melakukan penganiayaan hingga seorang tersangka meninggal dunia.

Dibawah kepemimpinannya, Bareskrim juga menangani kasus yang menjerat aktivis antikorupsi, Denny Indrayana, dan dua aktivis Indonesia Coruuption Watch (ICW), Adnan Topan Husodo dan Emerson Yuntho.

Setelah pensiun

Setelah tak lagi menjadi anggota Polri, Susno mengaku hanya sibuk bercocok tanam. Ia juga tak memiliki kegiatan khusus.

“Nggak ada kegiatan apa-apa, tani aja udah, hanya bertani aja,” tuturnya di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Sabtu (2/9/2017) lalu.

Sementara Buwas terlihat sibuk mencuci mobil merek Land Rover berwarna hitam sehari setelah pensiun. Ia menyemprotkan air dari selang, memberi sabun, hingga mengelap bagian luar mobil miliknya itu.