Karakter Pelancong Indonesia, Salah Satunya Berani Ambil Risiko?


    SURATKABAR.ID Penyedia solusi untuk industri perjalanan global Amadeus mengungkapkan beberapa fakta mengenai karakter dan hal-hal yang paling diinginkan pelancong Indonesia saat bepergian. Fakta itu diperoleh Amadeus setelah menggelar penelitian bertajuk Journey of Me Insight bersama lembaga riset YouGov selama 2017.

    “Riset kami mengambil sampel 6.870 wisatawan yang pernah bepergian naik pesawat sepanjang 2017 dari 14 negara di Asia-Pasifik ,” terang General Manager Amadeus Indonesia Andy Yeow di Hotel Pullman, Jakarta Pusat, Kamis (29/3/2018), dikutip dari Tempo.co.

    Ada 500 pelancong Indonesia yang menjadi sampel. Berikut ini data dan karakter wisatawan selama melancong:

    1. Inspirasi atau rekomendasi

    Pelancong Indonesia gemar meminta saran tentang hal-hal yang berhubungan dengan traveling melalui jejaring sosial. 60 persen wisatawan Indonesia akan percaya dengan rekomendasi dari teman atau keluarga yang ditanyainya lewat media sosial.

    Rekomendasi itu berhubungan dengan bujet, kenyamanan, dan keamanan selama di tempat wisata.

    Baca Juga: Ternyata, Sejak Inilah Pulau Bali Jadi Primadona Wisata Dunia

    1. Risiko

    Wisatawan Indonesia secara umum lebih berani mengambil risiko dibanding wisatawan dari negara lainnya. Kecil kemungkinan pelancong Indonesia menghindari tempat tujuan dengan masalah keselamatan atau keamanan karena alasan tersebut.

    Umumnya mereka lebih menghindari tempat dengan cuaca ekstrem atau sangat dingin. Bahkan, mengunjungi Negara yang baru saja dilanda terror.

    1. Koneksi Internet

    Wisatawan Indonesia ingin selalu terhubung Internet di mana pun ia berada. Alasannya untuk mengakses peta dan informasi lokasi serta meriset hal-hal lain yang berhubungan dengan destinasinya.

    1. Gampang Puas

    Orang Indonesia mudah puas dengan layanan yang mereka terima di tempat tujuan, khususnya untuk pemesanan hotel atau layanan akomodasi lainnya.

    1. Terbuka dengan Data

    Wisatawan Indonesia terkenal paling terbuka terhadap data pribadi. Apalagi dengan penyedia jasa travel. Keterbukaan itu dilakukan guna mendapatkan penawaran liburan yang relevan dengan keinginannya.