Anggota DPR Sebut Kementerian Agama ‘Bangsat’ Terkait Penipuan Umrah


    Arteria Dahlan. Foto: Detik

    SURATKABAR.ID – Pelaksanaan Rapat Komisi III DPR dengan Jaksa Agung M Prasetyo membahas tentang travel umrah bodong. Kejaksaan diminta turun tangan untuk melakukan penindakan oleh politikus PDIP Arteria Dahlan.

    Dilansir dari Detik.com, rapat dilaksanakan di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (28/3/2018). Arteria mulanya menyarankan supaya kejaksaan tidak cuma menginventarisasi travel umrah yang bodong, namun juga ada tindakan yang dilakukan. Terlihat ia kesal kepada Kementerian Agama.

    “Yang dicari jangan kayak tadi bapak lakukan inventarisasi, pencegahannya, Pak. Ini Kementerian Agama bangsat, Pak, semuanya, Pak!” kata Arteria.

    Menurut pengakuan Arteria ia pernah mengucapkan hal yang sama ke Kementerian Agama ketika menyampaikan protes terkait travel umrah. Ia tidak terima kalau seolah-olah Kemenag menyalahkan orang-orang yang tertipu oleh travel umrah bodong. Selain itu, Arteria pun menyalahkan Kementerian Pariwisata juga.

    Baca juga: Kasus First Travel, Syahrini Bisa Dipenjara Jika…

    “Saya ngomong aja. (Pak Menteri Agama) bilang, ‘Makasih, Pak Arteri,'” ujarnya.

    “Mana ada di republik ini publik disalahkan, ‘Kok kalian percaya biaya haji umrah murah? Ya terang aja kalian ditipu.’ Itu yang saya katakan sakit. Negara harus hadir di sini, Pak,” tandasnya dengan menyinggung nama-nama travel umrah, di antaranya Abu Tours dan First Travel.

    Seperti diketahui, hari ini Rabu (28/3/2018) calon jemaah Abu Tours terpaksa kecewa lantaran keberangkatan umrah batal. Penyebabnya adalah visa yang terlambat datang.

     “Visanya itu terlambat datang dari Jakarta, terus Saudi Airlines ini tidak mau menunggu. Jadi hari ini batal, rencananya tanggal 31 mendatang baru kita berangkat,” terang agen Abu Tours, Herman, di Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar, Sulsel, Rabu (28/3/2018).

    Menurut pengakuan Herman selaku penanggung jawab terhadap 50 calon jemaah, seharusnya visa telah dipegang sebelum jadwal penerbangan pukul 14.53 Wita. Namun, visa yang dikirim dari Jakarta tak jua sampai ke tangan calon jemaah.

    Di bandara ada sekitar 300 jemaah umrah yang telah datang sejak pukul 08.00 Wita. Lantaran jadwal keberangkatan yang tidak pasti, jemaah umrah menjadi resah. Amarah juga dirasakan oleh keluarga yang mengantarkan.

    “Sekarang saya mau tanya, mana Abu Tours? Mana? Ini yang ada di sini jemaah, bukan kambing, dibiarkan begitu saja tanpa ada kepastian,” demikian komplain salah seorang keluarga jemaah umrah Abu Tours.