Unik! Wanita Jepang Dianggap Cantik Jika Lakukan Ohaguro, Tapi Kok Malah Bikin Bergidik


SURATKABAR.ID – Jepang, menjadi tempat tujuan wisata yang selalu menawarkan keunikan dari setiap halnya. Mulai dari ragam budaya, pilihan kuliner, gaya hidup, hingga termasuk sejarah Negara Matahari Terbit ini selalu sukses membuat semua orang geleng-geleng kepala.

Dan salah satu ragam budaya negara ini yang sukses bikin mata terbelalak, seperti dilansir dari laman Grid.ID dari laman Ancient-Orogins.net, adalah Ohaguro, yakni kebiasaan para wanita Jepang di zaman dahulu untuk mewarnai gigi mereka dengan menggunakan pewarna hitam.

Populer hingga Era Meiji, ternyata tradisi ini tidak dilakukan tanpa alasan. Karena usut punya usut, kaum wanita mewarnai gigi mereka jadi hitam adalah untuk menarik perhatian para pria. Mungkin bagi masyarakat sekarang hal tersebut terdengar aneh.

Namun pada kenyataannya, masyarakat Jepang hingga akhir abad ke-19 mempercayai pernyataan yang mengungkapkan bahwa seorang wanita baru akan terlihat cantik dan menggoda apabila mereka memiliki gigi berwarna hitam. Tak heran para wanita pun berlomba-lomba menghitamkan giginya.

Baca Juga: Unik! Bertubuh Istimewa, Inilah 7 Wanita yang Masuk Guinness World Records

Dan yang mengerikan adalah proses para wanita menghitamkan giginya. Karena mereka menggunakan air teh atau sake yang sebelumnya telah direndam dengan tambalan besi. Proses oksidasi dari besi tersebut akan membuat cairan tersebut berubah menjadi hitam.

Langkah selanjutnya adalah dengan menambahkan aneka bahan rempah seperti kayu manis, cengkeh, dan adas ke dalam cairan tersebut. Lalu para wanita ini akan menegak racikan mengerikan itu. Dan hasilnya adalah gigi yang berubah menjadi hitam.

Proses tersebut tidak hanya dilakukan sekali seumur hidup. Karena untuk menjaga warna hitam tetap melekat sempurna pada gigi, mereka harus rutin mengulanginya setiap beberapa hari. Tak diketahui sejak kapan, namun tradisi ini sangat populer pada masa Heian, abad ke-8 hingga 12.

Selain menghitamkan gigi, merias wajah dengan bubuk beras untuk membuat kulit tampak putih bersih juga menjadi tradisi yang wajib dilakukan kaum wanita di masa Heian. Dan karena riasan ini menyebabkan gigi tampak lebih kuning, mereka pun memutuskan mengecat gigi menjadi hitam.

Dengan menghitamkan gigi, maka akan menampilkan ilusi kecantikan seseorang. Selain itu, tradisi Ohaguro juga dianggap sebagai penyelamat, di mana wanita bisa tersenyum dengan lebar tanpa memperlihatkan gigi.

Bukan hanya untuk kecantikan, ternyata tradisi yang terlihat kotor ini justru dianggap menjaga kesehatan gigi dan melindunginya dari penyakit gigi, yakni gigi berlubang. Hal tersebut yang membuat Ohagure semakin populer dan dipraktikkan hingga beberapa periode sejarah Jepang.

Hingga periode Edo, abad ke-17 hingga 19, Ohagure tak hanya dilakukan para aristokrat, namun termasuk wanita umum, seperti wanita yang sudah menikah, wanita yang berusia di atas 18 tahun, hingga Geisha. Anda tertarik mencoba Ohagure untuk tampil memikat?