Fakta Ini Mengungkap Apakah Vape Membuat Gigi Kuning atau Tidak

SURATKABAR.IDEfek buruk merokok tak bisa dihindari. Salah satunya adalah mengalami plak gigi. Kemunculan vape sepertinya menjadi hal positif untuk para perokok.

Sebuah penelitian baru saja diterbitkan oleh ilmuwan dari British American Tobacco (BAT). Mereka melakukan penelitian dengan memeriksa gigi perokok dan gigi para pengguna vape selama dua minggu.

Hasilnya yang dipresentasikan di konferensi tahunan American Association for Dental Research sangat mengejutkan. Pasalnya, asap vape tidak menimbulkan plak pada gigi.

Para peneliti menggunakan prototipe rokok elektrik dan produk pemanas tembakau untuk menguji perubahan warna gigi pada gigi sapi.

Tim BAT menginkubasi gigi dalam oven dengan suhu tubuh dalam air liur manusia untuk menimbulkan atmosfer yang mirip dengan mulut manusia. Kemudian diberi ekstrak asap rokok, rokok elektronik, dan uap THP.

Baca juga: Waspada! Asap Vape Ternyata Dapat Tingkatkan Risiko Kanker

Terbukti gigi sapi yang terpapar asap rokok elektrik tidak menimbulkan noda. Sementara gigi sapi yang terkena asap rokok menunjukkan indikasi perubahan warna gigi.

Peneliti menyimpulkan bahwa perubahan warna pada gigi perokok disebabkan oleh getah tembakau yang jadi bahan baku rokok.

“Setelah hari pertama, gigi yang terkena asap mulai berubah warna dan dalam waktu 14 hari gigi itu menjadi gelap dan semakin gelap,” kata BAT dilansir dari Newsweek, Minggu (25/3/2018).

“Bahkan dengan mata t*******g, gigi yang diberi asap rokok berubah warna dengan mudah setelah satu hari. Berbeda dengan gigi yang terpapar asap rokok elektrik atau uap THP yang sangat sedikit menunjukkan perubahan warna,” imbuhnya.

Pengguna rokok elektrik atau vape sendiri mayoritas adalah anak muda. Di Amerika, tahun 2016 lebih dari 2 juta siswa SMP dan SMP mengganti rokok dengan vape.

Namun, meskipun mereka dianggap tak terlalu berbahaya daripada rokok biasa, tetap saja vape mengandung zat berbahaya dan memiliki potensi bahaya.