Disamakan dengan 100 Prajurit Bersenjata, Inilah Kisah Tomoe Gozen—Samurai Wanita Terkuat dalam Sejarah Jepang


SURATKABAR.ID – Sejak zaman dahulu kala, berbagai legenda dan kisah mengenai kehebatan wanita kerap disebarluaskan turun temurun dalam berbagai kultur. Mulai dari Suku Amazon hingga film-film yang mengatasnamakan tema yang sama seperti Xena The Warrior Princess dan Wonder Woman dengan tegas memperlihatkan sisi superior wanita. Bahwa secara fisik, wanita pun bisa sama kuatnya layaknya pria.

Dalam film Wonder Woman, contohnya, sang tokoh utama menunjukkan betapa dirinya mampu menaklukkan para lawannya—yang notabene pria—selain merupakan pasukan tentara bersenjata. Meski semua itu hanyalah rekaan fiksi yang dibuat untuk membuat kesan dramatis dan demi hiburan semata, namun tahukah Anda jika ternyata sosok wanita dengan kekuatan seperti itu memang pernah ada?

Disebutkan dalam sebuah legenda di Jepang, seorang wanita bernama Tomoe Gozen adalah seorang samurai yang mempunyai kekuatan dahsyat untuk mengalahkan musuh-musuhnya, demikian seperti dilansir dari laporan Intisari.Grid.ID, Minggu (25/03/2018).

Konon, wanita ini hidup di akhir periode Heian hingga awal Kamakura (1157-1247). Kisahnya yang melegenda di Negeri Sakura ini meuturkan betapa dirinya merupakan sesosok wanita berambut panjang nan lembut, berparas penuh pesona serta daya tariknya yang begitu kuat dan memikat.

Sewaktu berperang, Tomoe Gozen selalu mengenakan baju zirah berat, dengan membawa beberapa senjata memadai untuk berperang. Tomoe Gozen diyakini merupakan salah satu kesatria terkuat yang paling dipercaya oleh Yoshinaka. Yoshinaka sendiri merupakan seorang pejabat Jepang yang memperkerjakannya pada waktu itu.

Baca juga: Tak Hanya Katsuko Saruhashi, 5 Ilmuwan Wanita Ini Juga Paling Berpengaruh di Dunia

Kemampuannya yang piawai dalam berperang juga sangat luar biasa. Banyak cerita rakyat yang mengisahkan Tomoe sebagai seorang wanita penunggang kuda yang andal. Ia juga rupanya ahli dalam memanah dan membunuh dengan pedang.

Disamakan dengan 100 Prajurit Bersenjata

Sewaktu sedang berperang, Tomoe bahkan disamakan dengan 100 prajurit bersenjata. Salah satu kisahnya yang heroik adalah saat Yoshinaka bertarung dengan pasukan Yoritomo di Perang Awazu.

Saat itu adalah tanggal 21 Februari 1184. Tomoe Gozen sempat memotong salah satu kepala musuh dalam peperangan tersebut.

Kendati pasukan Yoshinaka bertarung dengan berani, namun sayang mereka kalah jumlah sehingga tak pelak pasukan itu pun harus menyerah. Walau menyerah, waktu itu Yoshinaka tak menginginkan Tomoe tertangkap musuh. Akhirnya ia pun mengorbankan diri dan meminta Tomoe untuk kabur. Majikannya itu mengatakan, dirinya tak ingin mati membawa malu bersama seorang wanita.

Sampai sekarang, sepak terjang seorang Tomoe Gozen memang menjadi salah satu legenda rakyat yang terkenal di Jepang—meski bukti keberadaanya masih menjadi misteri. Ini dikarenakan bukti makamnya sulit ditemui setelah dirinya dinyatakan melarikan diri ketika kalah dalam perang tersebut.

Beberapa sumber belakangan menyebutkan, selanjutnya Tomoe menjalani kehidupan barunya dengan menjadi selir dan permaisuri dari Raja Wada Yoshimori. Namun dalam lembaran baru kehidupannya tersebut, ia berganti nama. Di makamnya, yang tertulis bukanlah nama Tomoe Gozen, melainkan pusara bertuliskan “Yamabuki Gozen”.