Jleb! Mulai Hutang Hingga Kapasitas Sebagai Presiden, Demokrat Ungkap Perbedaan SBY dan Jokowi


SURATKABAR.ID – Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pernah menjabat sebagai Presiden RI selama dua periode, sejak 2004 hingga 2014.

Kinerja SBY ini pun dibandingkan dengan kinerja Joko Widodo (Jokowi) yang kini menjabat sebagai presiden. Melalui media sosial Twitter, Kadiv Advokasi dan Hukum Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean merinci perbandingan keduanya.

Dilansir dari tribunnews.com, awalnya seorang netizen dengan akun @TheArieAir, menuliskan cuitan yang isinya membandingkan penggunaan utang negara di pemerintahan SBY dan Jokowi.

UTANG ditangan SBY adalah liabilities karena digunakan utk konsumtif. Cicilan dan bunga menjadi BEBAN generatif. HUTANG ditangan JKW adalah asets karena digunakan utk investasi alat produktif. Cicilan dan bunga dibayar dari hasil alat produksi tsb (BUKAN BEBAN).” tulis akun tersebut.

Baca juga: Memanas! PDIP Suruh Demokrat Cuci Muka

Tak disangka, Ferdinand pun membalas cuitan tersebut dengan sejumlah fakta dan rincian soal utang di era SBY dan Jokowi.

Fakta berbicara bahwa hutang jaman SBY mampu menaikkan pertumbuhan ekonomi hingga 7%. Bayangkan kondisi negara yg hancur ekonominya sejak 1998 bisa menjadi ekonomi terkuat di dunia dan masuk G 20. Hanya org yg kurang akal yg merasa hutang di era SBY tak berguna. Yg skrg?” tulis Ferdinand melalui akun @LawanPoLitikJKW, Minggu (25/3/2018).

Tak hanya itu, Ferdinan juga membandungkan jumlah utang rata-rata setiap tahunnya. Menurutnya, Jokowi berhutang dua kali lipat lebih banyak dibanding SBY.

“SBY berhutang rata2 130 T / thn. Bandingkan dgn Jokowi yg berhutang 2 x lipat atau rata2 300 T / tahun. Era SBY ekonomi tumbuh hampir 7%, rakyat disubsidi, harga murah. Era JKW, ekonomi melorot dibawah 5%, subsidi dicabut, harga mahal. Infrastruktur? Msh diatas kertas.” lanjutnya.

Menurut Ferdinand dengan jumalah utang yang mencapai 1.300 triliun dalam 10 tahun, banyak yang telah dilakukan SBY, termasuk pembangunan, subsidi untuk rakyat, ekonomi 7 persen, masuk G20, disegani dunia, serta kondisi politik yang stabil dan terjaganya kerukunan.

Lebih lanjut, selama 10 tahun menjabat sebagai Presiden, menurut Ferdinand, SBY bukan hanya membangun infrastruktur, tapi juga membangun manusia.

Ia pun mengatakan bahwa kapasitas SBY sebagai presiden telah berhasil memperbaiki ekonomi bangsa.

Anda tau kondisi ekonomi bangsa saat pemerintahan diteruskan olh @SBYudhoyono dr Megawati? Indonesia negara bangkrut. Tp dlm waktunsingkat Indonesia kembali berjaya disemua lini. Yg skrg? Baru ceritanya yg hebat” tulis Ferdinand dalam salah satu cuitannya.

Selain itu, Ferdinand juga menyebut bahwa neolib dan kapitalis liberal memang anti subsidi dengan alasan subsidi tidak produktif. Padahal, subsidi sangat membantu masyarakat.

Berikut cuitan Ferdinand di Twitter:

1. Pertumbuhan ekonomi di era SBY

2. Perbandingan jumlah utang di era SBY dan Jokowi

3. Kinerja pemerintahan SBY

4. Subsidi BBM

Jika 2 Tokoh ini yang kembali jadi capres. Siapakah capres yang bakal Anda pilih di Pilpres 2019 mendatang?

Posted by SuratKabar.ID on Tuesday, 20 March 2018