Gara-gara Kerap Didatangi dalam Mimpi, Putrinya Membongkar Makam Ayah


SURATKABAR.ID – Karena sering didatangi dalam mimpi, seorang anak di Kota Medan, Sumatera Utara meminta kepada pihak kepolisian untuk membongkar kembali makam ayahnya, almarhum M. Ridwan Siregar. Permintaan sang anak didasarkan karena ia kerap memimpikan ayahnya hidup kembali.

Menurut keterangan dari Kapolsek Sunggal Kompol Wira Prayatna, almarhum M. Ridwan Siregar dikebumikan pada Kamis (22/02/2018) lalu. Selang seminggu setelah dimakamkan, atas permintaan keluarga Dwi Pratiwi Siregar serta keluarga, aparat kepolisian dari Polsek Sunggal akhirnya membongkar kuburan yang berada di Pemakaman Wakaf, Jalan Pinang Baris. Demikian sebagaimana dilansir dari laporan Liputan6.com, Sabtu (24/03/2018).

“Sebelumnya anak almarhum mendatangi Polsek Sunggal untuk memberitahukan rencana penggalian kuburan orangtuanya,” ujar Wira saat dikonfirmasi pada Kamis (01/03/2018).

Mendapat pemberitahuan tersebut, pihak kepolisian bersama keluarga almarhum lantas mendatangi pemakaman. Personel piket fungsi yang dipimpin Perwira Pengawas (Pawas) AKP Enan Surbakti langsung menuju lokasi pekuburan. Selanjutnya, penggalian kuburan dilakukan untuk membuktikan mimpi dari putri almarhum.

Dwi Pratiwi Siregar yang merupakan  putri dari almarhum mengaku, setelah ayahnya dikubur ia terusik lantaran sering bermimpi ayahnya masih hidup.

Baca juga: Mengharukan! Pengantin Baru Tuliskan ‘Suamiku Selamat Jalan’ Kini Viral di Media Sosial

Tercium Bau Busuk

Kapolsek Sunggal Kompol Wira Prayatna yang merupakan perwira melati satu tersebut mengisahkan, penggalian kuburan sempat menarik perhatian warga sekitar untuk ikut melihat. Selain itu, pihak keluarga melalui anak almarhum juga telah membuat surat pernyataan tak keberatan dilakukan pembongkaran kuburan untuk memastikan apakah Ridwan masih hidup.

Namun, seperti dikutip dari laman PalingSeru.com, ketika proses penggalian berlangsung, belum juga sampai ditemukannya jenazah almarhum M. Ridwan Siregar, bau busuk sudah tercium keluar dari liang lahatnya. Oleh sebab itulah penggalian kemudian pihak keluarga memutuskan untuk menghentikan pembongkaran makam tersebut. Saat itu, warga sekitar dan pihak kepolisian masih ikut menyaksikan.

“Saat dilakukan penggalian, di kedalaman setengah meter sudah mengeluarkan bau busuk, sehingga penggalian tidak dilanjutkan. Kuburan langsung ditutup kembali. Setelah mengetahui hal tersebut, keluarga dan warga meninggalkan lokasi,” demikian ditandaskan oleh Kapolsek Wira.