Merespon Pidato Prabowo, Mensos Idrus Marham Sebut Pemimpin Harusnya Optimis


 


SURATKABAR.ID – Idrus Marham yang merupakan Ketua Koordinator Bidang Kelembagaan DPP Partai Golkar memberikan tanggapannya terkait pernyataan yang diberikan Prabowo Subianto selaku Ketua Umum DPP Partai Gerindra. Idrus yang juga merupakan Menteri Sosial RI tersebut menilai bahwa semestinya seorang pemimpin mengedepankan sikap optimis. Idrus juga mengatakan seorang pemimpin haruslah menjadi motivator dan bukan sebaliknya—melemahkan dan mematikan harapan rakyat.

“Ini komitmen. Jadi pemimpin itu harus optimis. Pemimpin itu harus (jadi) inspirator, bukan pesimis dan membuat rakyat jadi loyo. Itu bukan pemimpin,” ucap Idrus saat ditemui di Hotel Atlet Century Park, Jakarta, Jumat (23/03/2018). Demikian seperti dikutip dari laporan Kompas.com, Sabtu (24/03/2018).

Secara personal, Idrus meyakini pada tahun 2030 mendatang negara Republik Indonesia justru akan menjadi negara yang jauh lebih maju dibandingkan saat ini. Alih-alih membayangkan Indonesia akan runtuh, Idrus dengan bersemangat mengajak agar semua orang bertekad dan berjuang untuk menjadikan bangsa ini lebih baik lagi di tahun-tahun ke depan.

“Kita akan pastikan bahwa Indonesia tahun 2030 justru akan menjadi Indonesia yang lebih maju, bukan yang bubar, ini komitmen,” tegas Idrus.

Di sisi lain, sebagai reaksi atas hal ini, Presiden Joko Widodo meminta agar setiap unsur bangsa memandang masa depan Indonesia dengan penuh rasa optimis.

Baca juga: Gatot Nurmantyo Ajak Renungkan Prediksi Prabowo Soal Indonesia Bubar 2030

“Kita memandang ke depan itu juga sambil memberikan sebuah harapan yang lebih baik kepada anak-anak muda kita, kepada rakyat kita,” ujar Jokowi usai membuka rapat pimpinan nasional II Partai Persatuan Indonesia (Perindo) di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Rabu (21/03/2018), demikian dilansir dari reportase Viva.co.id.

Konfirmasi dari Prabowo

Sebelumnya, Prabowo menyebutkan sebuah kajian yang dilakukan negara lain di dunia. Dalam kajian tersebut dikatakan bahwa Indonesia akan bubar pada tahun 2030 mendatang.

“Saudara-saudara! Kita masih upacara, kita masih menyanyikan lagu kebangsaan, kita masih pakai lambang-lambang negara, gambar-gambar pendiri bangsa masih ada di sini. Tetapi, di negara lain mereka sudah bikin kajian-kajian, di mana Republik Indonesia sudah dinyatakan tidak ada lagi tahun 2030,” papar Prabowo dalam videonya yang diunggah di akun Facebook dan Twitter resmi partainya pada 19 Maret 2018. Demikian seperti dilansir dari reportase CNNIndonesia.com.

Dalam video tersebut, Prabowo menyatakan bahwa Indonesia akan bubar pada 2030 khususnya akibat ketimpangan pembagian kekayaan dan tanah.

Belakangan diketahui, pernyataan Prabowo yang dilontarkannya dalam acara “Konferensi Nasional dan Temu Kader” tersebut mengutip novel fiksi ilmiah ‘Ghost Fleet: A Novel of the Next World War’ yang merupakan karya dari Peter Warren Singer dan August Cole, 2015.

Ada pun mengutip laman Tirto.ID, Prabowo telah memberi konfirmasi atas komentarnya itu. Menurutnya, pendapat itu disampaikan berdasar hasil riset dari luar negeri. Ia mengatakan, di luar negeri terdapat bentuk tulisan bernama scenario writing. Tulisan itu bentuknya serupa novel, namun digarap ahli-ahli intelijen strategis.

Buku yang dimaksud oleh Prabowo merupakan novel berjudul Ghost Fleet: a Novel of The Next World War. Novel itu benar adanya ditulis oleh Peter Warren Singer dan August Cole. Keduanya berprofesi sebagai peneliti kebijakan dan politik internasional asal Amerika Serikat. Akan tetapi, novel tersebut sebenarnya lebih menitikberatkan pada ulasan seputar perang antara dua raksasa ekonomi dunia, yakni Amerika Serikat dan Cina.

Jika 2 Tokoh ini yang kembali jadi capres. Siapakah capres yang bakal Anda pilih di Pilpres 2019 mendatang?

Posted by SuratKabar.ID on Tuesday, 20 March 2018