Menguak Misteri Air Samudera Atlantik dan Pasifik yang Tak Bisa Menyatu di Teluk Alaska


SURATKABAR.ID – Seorang fotografer bernama Kent Smith telah membagikan foto yang didokumentasikannya pada tahun 2010 lalu. Foto yang langsung viral tersebut memperlihatkan fenomena alam yang unik—air dari Samudera Atlantik dan air dari Samudera Pasifik bertemu di Teluk Alaska, namun mereka tak dapat menyatu. Pada Juli 2013, foto yang dibagikan di Flickr tersebut sudah ditonton 860.000 orang dan kini sudah lebih dari 1 juta orang yang melihatnya. Namun apa yang sebenarnya terjadi di Teluk Alaska?

Mengutip reportase Tribunnews.com, Jumat (23/03/2018), Teluk Alaska sendiri berada di antara dua negara, yaitu Amerika Serikat dan Kanada. Teluk ini berada di ujung Samudera Pasifik yang terbentang dari Semenanjung Alaska ke Alexander Archipelago di ujung Samudera Pasifik.

Dalam gambar yang diambil Smith, terlihat di tengah Teluk Alaska air dari Samudera Pasifik dan air dari Laut Bering dipertemukan. Namun demikian, keduanya tidak menyatu. Hal ini praktis menjadi perdebatan bagi setiap orang yang melihatnya.

Apa Penyebabnya?

Secara ilmiah, jawaban yang bisa di dapat ialah adanya perbedaan massa air. Contoh sederhananya bisa ditemukan pada air dan minyak yang tak bisa bersatu. Begitu pun dengan kedua laut tersebut. Tidak bersatunya dua air laut di Teluk Alaska tersebut dikarenakan perbedaan kepadatan air, suhu, dan salinitas (tingkat kadar garam) masing-masing, seperti dikutip dari laporan Intisari.Grid.ID.

Baca juga: Ngeri, Hiu Putih Raksasa 3 Meter Dimangsa Makhluk Misterius! Apa Itu?

Air dari Samudera Pasifik diketahui merupakan jenis air laut seperti pada umumnya yang asin dan memiliki kadar garam tinggi. Sementara air Laur Bering berasal dari gletser atau es yang mencair. Gletser sendiri didapat dari air tawar atau air baru yang membeku. Hal inilah yang membuat keduanya tidak bisa bersatu.

Contoh lainnya adalah Laut Mediterania yang berada di Samudera Atlantik. Diketahui, laut ini memiliki air yang hangat, tinggi garam, dan lebih pekat dibanding Samudera Atlantik. Alhasil, sewaktu air dari Laut Mediterania memasuki kawasan Laut Atlantik melalui Selat Gibraltar, laut ini tetap tidak berubah. Sehingga air dari kedua laut tersebut pun tampak tidak bisa tercampur.