Dipenjara 31 Tahun atas Kejahatan yang Tak Dilakukannya, Pria Ini Dapat Rp 13 Miliar


    SURATKABAR.ID – Penjara merupakan tempat hukuman untuk mereka yang terbukti melakukan kejahatan. Namun bagaimana jika hakim menjatuhkan putusan bersalah kepada orang yang tidak tepat? Itulah yang harus dialami seorang pria bernama Lawrence McKinney (61).

    McKinney, seperti yang dilansir dari laman Kompas.com, dijatuhi hukuman kurungan penjara pada tahun 1978 atas tuduhan telah melakukan oemerkosaan dan perampokan. Pada 2009 ia dibebaskan, namun baru pada Desember lalu pengadilan menyatakan pria malang ini tak bersalah.

    Selama 31 tahun mendekam di balik jeruji besi atas kejahatan yang sama sekali tidak pernah dilakukannya, warga Negara Bagian Tennessee, Amerika Serikat ini akhirnya memenangi tuntutan kompensasi sebesar US$ 1 juta atau senilai Rp 13,5 miliar pada Rabu (21/3) lalu.

    Nilai kompensasi yang diterimanya tersebut merupakan jumlah paling tinggi yang bisa diberikan negara, melalui Badan Pengaduan Tennessee, atas kasus tersebut. Sebelumnya negara memberikan US$ 75 atau sekitar Rp 1 juta di awal pembebasan McKinney.

    Baca Juga: Warga Lansia di Jepang Berlomba Melakukan Kejahatan Agar Dipenjara. Alasannya Mengejutkan

    David Raybin, salah seorang pengacara McKinney mengungkapkan jumlah yang diterima kliennya tersebut merupakan ganti rugi tertinggi yang pernah dibayarkan Negara Bagian Tennessee kepada korban salah putusan. Namun sepanjang sejarah ini belum ada yang sampai dipenjara selama McKinney.

    “Jumlah ganti rugi tertinggi yang pernah dibayarkan, tetapi juga tidak pernah ada yang dipenjara selama itu (meski tidak bersalah),” jelas Raybin terkait besaran jumlah ganti rugi kliennya, seperti yang dikutip dari laman Kompas.com pada Jumat (23/3/2018).

    Untuk diketahui, pada Oktober 1977 silam, McKinney ditangkap di Memphis atas tuduhan yang dilancarkan oleh seorang wanita korban oelecehan. Wanita tersebut mengatakan pria malang ini sebagai salah satu dari dua pria yang telah memoerkosanya.

    Dan dalam persidangan, McKinney dijerat dengan dakwaan oemerkosaan sekaligus perampokan. Usai putusan bersalah diberikan hakim pada Juni 1978, pria yang kala itu masih berusia 22 tahun tersebut pun dijatuhi hukuman kurungan penjara selama 115 tahun.

    Tiga puluh tahun setelahnya, tepatnya pada Agustus 2008, kebenaran akhirnya terkuak. Dari hasil tes DNA di tempat tidur korban yang dilakukan mengidentifikasi ada tiga tersangka. Dan dari ketiga sampel tersebut tak satu pun yang cocok dengan DNA McKinney.

    Berdasarkan bukti terbaru, vonis yang sebelumnya diterima McKinney dicabut. Ia pun bisa kembali menghidup udara kebebasan pada Juli 2009. Pria yang kini berusia 61 tahun tersebut mengungkapkan berapa lama ia merasakan dinginnya bilik penjara, yakni selama 31 tahun, 9 bulan, 18 hari, dan 12 jam.