Jokowi Diminta Tegur Luhut Soal Ancaman Kepada Amien Rais


Foto: Detik

SURATKABAR.ID – Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan yang mengancam Amien Rais karena kritikannya mendapat anggapan bahwa itu seperti gaya rezim Orde Baru (Orba). Presiden Joko Widodo mendapat imbauan dari Wasekjen Gerindra Andre Rosiade untuk menegur menterinya tersebut.

“Jangan seperti budaya Orba zaman dulu kembali hadir pada mental pejabat pemerintah sekarang. Presiden Jokowi harus menegur Pak LBP (akronim nama Luhut) sebelum ini menjadi polemik di tengah masyarakat,” kata Andre pada wartawan, Selasa (20/3/2018), seperti dilansir dari Detik.com.

Andre menilai bahwa kondisi Indonesia pada era reformasi tidak sepantasnya mendapatkan ancaman yang seperti demikian. Diharapkan oleh Andre bahwa adanya perbedaan pendapat bisa dihargai oleh pemerintah di Indonesia.

“Reformasi sudah berhasil mengantarkan Indonesia menuju alam demokrasi dan keterbukaan. Jangan sampai kritik atau perbedaan pendapat dengan pemerintah menjadi alasan seorang pejabat bisa mengancam seseorang,” ujarnya.

“Mengajak berdiskusi lebih tepat dan baik dilakukan daripada tebar ancaman,” lanjut Andre.

Ketua Majelis Kehormatan PAN, Amien Rais, menganggap bahwa program bagi-bagi tanah itu merupakan pembohongan. Karena menurutnya kenyataan yang terjadi ialah sebesar 74 persen lahan yang menguasainya adalah pengusaha besar.

Atas pernyataan Amien tersebut Luhut menanggapinya dengan kemarahan. “Kalau main-main, kita bisa cari dosamu kok. Emang kau siapa?” kata Luhut, Senin (19/3/2018) kemarin.

Selain Wasekjen Gerindra Andre Rosiade, Luhut juga mendapat sorotan dari Waketum DPP Partai Gerindra Fadli Zon. Menurutnya tindakan Luhut adalah aksi menunjukkan arogansi kekuasaan.

“Saya pikir untuk apa sih mengancam-ancam kayak nggak ada dosa juga. Kalau orang mencari cari bisa saja ditemukan kelemahan-kelemahannya di masa lalu. Siapa manusia sekarang yang sempurna kecuali malaikat. Jadi ancaman itu, menurut saya, menunjukkan arogansi kekuasaan, harus dihindarilah karena itu akan merugikan diri sendiri. Arogansi kekuasaan harus dihilangkan,” ujar Fadli di kantor DPP Gerindra, Ragunan, Jakarta Selatan, Selasa (20/3/2018).

Menurut Fadli, kritik Amien Rais dibalas Luhut dengan emosional. Dia menganggap bahwa hal tersebut sama halnya dengan ketika Luhut membela reklamasi dalam program pemerintah.

“Tapi saya maklum, Pak Luhut mungkin emosional saja, sama seperti waktu reklamasi juga emosional. Mestinya nggak perlu keluar kata-kata seperti itu,” ujar Fadli.