Menpora Lontarkan Ide Untuk Potong Gaji PNS demi Rio


    0_0_1024_722_312f1c5ca171fc9ac9c5f7c57cdf13670b804ace

    Nama Rio Haryanto tengah melambung. Hampir setiap hari pemuda Solo disebut media. Pemuda 23 tahun itu menjadi orang pertama di negeri ini yang bisa menjadi pebalap mobil Formula 1.

    Klub balap Manor Racing dari Inggris telah memilih Rio sebagai salah satu pay driver dalam ajang balap jet darat F1. Konsekuensi sebagai pay driver, Rio harus menyetor ke Manor EUR15 juta atau setara Rp226 miliar. Itu adalah ongkos agar Rio bisa terus membalap di semua seri musim 2016.

    Angka sebesar itu, sebenarnya masih misterius. Sebab Pascal Werhlein, pembalap Manor yang lain, hanya menyetor sekitar EUR6 juta. Kenapa bayaran yang harus dikeluarkan Rio jauh lebih besar dari Pascal.

    Untuk memenuhi kebutuhan dana Rio kepada Manor inilah, Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrowi, begitu bersemangat. Ia ikut sibuk menjadi mediator sponsorship Pertamina. BUMN minyak yang sejak 2010 sudah menyeponsori aktivitas balap Rio, bersedia menanggung EUR5 juta.

    Menutup kekurangan EUR10 juta itu, Nahrowi melakukan berbagai “akrobat”. Ia melobi ke DPR agar pemerintah mau mengeluarkan Rp100 miliar, melalui APBNP 2016. Selanjutnya ia melontarkan gagasan untuk potong gaji.

    Lanjut ke halaman selanjutnya >>