Berhasil Selamat Lewati Segitiga Bermuda, Orang-orang Ini Ceritakan Fakta Mengejutkan


SURATKABAR.ID – Wilayah Segitiga Bermuda selama ini selalu menyisakan misteri yang tak terpecahkan. Betapa tidak, nama Segitiga Bermuda selama ini kerap diidentikkan dengan kasus pesawat dan kapal yang hilang. Segitiga Bermuda merupakan wilayah di Samudera Atlantik seluas 4 juta km2 yang membentuk garis segitiga antara Bermuda, wilayah teritorial Britania Raya sebagai titik di sebelah utara, Puerto Riko sebagai titik di sebelah selatan dan Miami, Amerika Serikat sebagai titik di sebelah barat.

Konon, banyak misteri yang kerap dikaitkan dengan penyebab terjadinya banyak kasus pesawat atau kapal yang hilang sewaktu melintasi wilayah Segitiga Bermuda ini. Mulai dari fenomena alam tertentu sampai keterlibatan makhluk extraterrestrial (alien).

Namun di balik semua misteri tersebut, ternyata ada beberapa orang-orang yang berhasil terbang dengan selamat melewati Segitiga Bermuda. Entah hebat atau beruntung, mereka semua berhasil keluar hidup-hidup dari segitiga mematikan penuh tanda tanya tersebut. Siapa saja mereka dan bagaimana ceritanya? Simak ulasan berikut sebagaimana dilansir dari laman Hai.Grid.ID, Senin (19/03/2018).

  1. Cerita Bruce Gernon

Cerita Bruce Gernon berawal saat dirinya akan terbang bersama ayah dan rekan bisnisnya, Chuck Lafeyette. Mereka terbang dari Andros Town Airport di Bahama menggunakan pesawat Beechcraft Bonanza A36.

Ketika mereka terbang di dekat Pulau Bimini, Bruce melihat ada sebuah awan. Puncak awan ini setidaknya ada di ketinggian 18 km di atas permukaan laut. Awan itu juga terlihat seperti muncul dari permukaan Bumi.

Bruce pikir mereka bisa terbang memutari awan tersebut. Akan tetapi, setelah kira-kira 10 km melewatinya, awan tersebut malah membentuk lengkungan sempurna.

Setelah beberapa menit, semakin terlihat jelas bahwa awan yang ada di Andros dan Bimini adalah awan yang sama. Awan tersebut berbentuk seperti donat dengan diameter kira-kira 48 km.

Setelah terbang selama 20 km, Bruce melihat jalan keluar berbentuk U di sebelah barat awan tersebut. Ia pun mencoba keluar melalui jalan tersebut. Mereka berada di dalam sebuah terowongan selama 20 detik sebelum muncul di ujung satunya.

Selama sekitar lima detik di dalam terowongan itu, Bruce mengaku merasakan sensasi ringan seperti melayang dan kecepatan momentum bertambah. Saat keluar, Bruce sadar bahwa ia telah terbang selama 34 menit. Artinya, dari Andros Town Airport hingga ke Palm Beach hanya memakan waktu 47 menit. Padahal seharusnya jarak tersebut ditempuh dalam waktu 75 menit.

Bagaimana caranya mereka bisa menempuh jarak 402 km hanya dalam waktu 47 menit? Inilah misterinya. Namun demikian, mereka berhasil keluar dari Segitiga Bermuda dalam keadaan hidup dan selamat.

  1. Kisah Cary Gordon Trantham

Cary Gordon Trantham memang sudah biasa menerbangkan pesawat. Namun ada satu pengalaman tak biasa yang pernah dialaminya, yakni sewaktu ia harus melewati kawasan Segitiga Bermuda.

Cary berencana terbang dari Naval Air Station di Key West menuju ke Ormond Beach. Saat ia terbang di atas laut, Cary teringat seorang pilot yang memperingatkannya tentang dead air space. Area ini berada di atas teluk antara Keys dan Florida. Di area ini ia kehilangan kontak dengan radio.

Saat perjalanan ke Ormond Beach, Cary sampai dengan selamat. Namun saat perjalanan pulang, ia mengalami masalah. Cary diberitahu untuk mengubah rutenya karena diperkirakan akan ada badai.

Sewaktu terbang melintas di atas Naples, Cary mulai kehilangan kendali atas pesawatnya. Ia tak bisa lagi melihat batas langit dan laut. Semuanya benar-benar gelap. Tak hanya itu, kompas di pesawatnya mendadak tak lagi berfungsi. Pengukur ketinggiannya pun terus berputar-putar seperti rusak.

Cary mencoba mengendalikan pesawatnya. Ia mencoba menghubungi radio pengontrol tapi tidak berhasil.

Dalam keadaan seperti itu, tak ayal ia pun sempat membayangkan bagaimana kalau dirinya tidak selamat. Akhirnya, setelah naik 4000 kaki (1219 m) dari posisi awal, Cary berhasil terhubung dengan radio pengontrol.

Ia juga mulai bisa melihat cahaya lampu di bawahnya. Ia merasa beruntung sekali bisa selamat setelah melewati Segitiga Bermuda.

Hilangnya Flight 19 di Segitiga Bermuda

Melansir laman Travel.Tribunnews.com, hilangnya Flight 19 merupakan awal peristiwa yang mengawali legenda tentang Segitiga Bermuda. Insiden tersebut terjadi pada Desember 1945. Saat itu, lima Navy Avenger hendak berlatih. Misi latihan mereka dipimpin oleh instruktur penerbangan Charles Taylor, bertolak dari Fort Lauderdale, Florida.

Namun satu setengah jam setelah misi dimulai, sang pilot kemudian melaporkan bahwa mereka mengalami disorientasi dan tak bisa mengenali batas-batas wilayah di bawahnya.

Melalui komunikasi radio, Taylor mengatakan kepada Naval Air Station di Fort Lauderdale bahwa dua kompas pada pesawat tak berfungsi. Pesawat kemudian hilang dan tak bisa ditemukan. Sejumlah 14 orang dinyatakan tewas.

Anehnya, belakangan, pesawat PBM Mariner dengan 13 awak yang ditugaskan untuk mencari Flight 19 juga hilang.

Hilangnya Star Tiger di Segitiga Bermuda

Selanjutnya terjadi peristiwa hilangnya Star Tiger pada 30 Januari 1948. Diketahui, pesawat ini juga merupakan milik BSAA. Pesawat hilang sewaktu hendak terbang dari Santa Maria di Azores ke Bermuda. Pesawat membawa 25 penumpang, termasuk pahlawan Perang Dunia II, Sir Arthur Coningham.

Pesawat itu terbang dalam kondisi cuaca yang kurang bagus, diikuti oleh pesawat pemantau cuaca Lancastrian. Pesawat Lancastrian mendarat selamat, namun tidak dengan Star Tiger.  Kemungkinan, pesawat terempas oleh angin dan jatuh ke laut. Namun penyebabnya hingga kini tak diketahui secara pasti.

Hilangnya Star Ariel di Segitiga Bermuda

Lagi-lagi, pesawat milik BSAA kembali hilang. Pesawat bernama Star Ariel ini diketahui hilang dalam penerbangan dari Bermuda ke Jamaika pada 17 Januari 1949. Pesawat itu tak pernah mencapai tujuannya.Pencarian terhadap 20 penumpang dan awak pesawat dihentikan pada 25 Januari 1949.

Investigasi yang dilakukan tak berhasil menemukan misteri dari penyebab hilangnya pesawat tersebut. Namun, cerita lain dari Don Bennet dari BSAA mengatakan bahwa Star Tiger dan Star Ariel sebenarnya disabotase.