Bukan Kokain, Inilah Narkoba Paling Berbahaya di Dunia

SURATKABAR.IDRyan Duffy, seorang jurnalis Vice Media terbang ke Amerika Selatan demi mencari informasi lebih lanjut tentang obat-obatan misterius yang dianggap paling berbahaya di dunia.

Dia mewawancarai mereka yang menangani obat tersebut dan mereka yang pernah menjadi korbannya.

Pengedar narkoba di ibukota Bogota menceritaan bahaya paling mengerikan dari narkoba jenis itu adalah metode pengaplikasiannya yang sangat sederhana.

Hanya dengan meniupkannya di hadapan orang yang lewat, dalam hitungan menit orang tersebut akan berada dalam pengaruh obat yang tidak berasa dan berbau itu.

“Anda bisa membimbing mereka kemanapun Anda mau, mereka seperti anak kecil,” kata dia, dikutip dari Intisari, (24/1/2018).

Obat itu adalah skopolamin yang juga dikenal dengan sebutan ‘The Devil’s Breath’ atau nafas setan. Obat ini berasal dari tanaman Borrachero atau yang di Indonesia dikenal dengan nama tanaman kecubung.

Dalam sebuah film dokumenter berjudul The World’s Scariest Drug pada tahun 2013, skopolamin bisa mengubah siapa saja yang mengonsumsinya menjadi zombie.

Satu gram skopolamin mirip dengan satu gram kokain. Bahkan pengedar tersebut mengatakan bahwa itu lebih buruk dari antraks. Dalam dosis tinggi, obat ini juga bisa menyebabkan kematian.

Tak hanya mengubah para pemakainya menjadi zombie, skopolamin bisa menghilangkan ingatan mereka yang terkena. Korbannya tidak akan ingat apa yang telah terjadi.

Di Kolombia, banyak cerita dimana orang-orang tidak tahu jika dirinya diperkosa, rekening bank dikosongkan, bahkan membuat korbannya rela menyerahkan organnya.

Ini membuat skopolamin jadi senjata efektif bagi pengedar narkoba, pencuri, hingga p*****r. Tahun 2016 saja ada 1.200 kasus orang menjadi korban kejahatan dengan skopolamin.

Dilansir dari Daily Mail Menurut British Journal of Clinical Pharmacology, obat ini juga dikenal sebagai hyoscine yang menyebabkan tingkat kehilangan ingatan yang sama dengan diazepam.

Di zaman kuno, obat tersebut diberikan kepada gundik (perempuan) yang memiliki hubungan di luar perkawinan dengan pemimpin Kolombia di mana mereka dikuburkan hidup-hidup.

Sedangkan di zaman modern, CIA menggunakan obat itu sebagai bagian dari interogasi Perang Dingin, dengan harapan menggunakannya seperti serum kebenaran.

Susunan kimia skopolamin juga dapat menyebabkan halusinasi yang kuat.

Kabarnya ibu-ibu Kolombia sampai memperingatkan anak-anak mereka untuk tidak tertidur di bawah pohonnya, meskipun tampak sejuk dan rindang dengan warna bunganya yang menawan.