Diserang Pakai Karung Gabah, Santri Ponpes Tak Sadarkan Diri. Kronologinya Ngeri


    Foto: Republika

    SURATKABAR.ID – Serangan terhadap salah satu santri di Pondok Pesantren Raudhatul Falah, Sragen, yang dilakukan oleh orang tidak dikenal menghebohkan warga Desa Kecik Sragen. Korban menerima pemukulan kemudian ditindih dengan sekarung gabah, hingga tidak sadarkan diri.

    Pada Kamis (15/3/2018) pengasuh ponpes Raudhatul Falah, Kiai Umar Fauzi menerangkan tentang kronologi serangan terhadap santrinya tersebut. Seorang santri yang bernama Udin (17) siang itu sedang beristirahat di kamar pondok, pada hari Rabu (14/3/2018).

    Menurut Umar, kala itu tidak ada satu santri pun yang berada di dalam pondok. Dikarenakan para santri tengah menghadiri acara pernikahan sedangkan santri lainnya membeli kitab.

    “Santri yang menginap di sini cuma enam orang semua dari Wonosobo, banyaknya santri yang pulang pergi karena rumahnya dekat. Lah, Udin sendirian di kamar, yang lainnya ada kegiatan,” terang Umar.

    Umar mengatakan, ketika Udin sedang beristirahat ada orang tidak dinela yang masuk ke kamarnya lewat pintu belakang. Orang itu langsung menutupi Udin dengan sarung sehingga pelaku tak bisa terlihat olehnya. Mencoba berontak, Udin dipukuli di bagian perutnya. Kemudian tubuh Udin ditindih menggunakan sekarung gabah sampai dia tidak sadarkan diri.

    Umar melanjutkan, tidak berselang lama ada seorang santri lain masuk ke dalam pondok. “Ia mendengar suara lirih dari salah satu kamar yang tertutup. Santri saya itu dengan ada yang merintih, lalu ketuk-ketuk pintu susah akhirnya didobrak,” kata Umar.

    Ditemukanlah Udin dalam kondisi yang setengah sadar. Sedangkan, kamarnya dalam kondisi acak-acakan. Kain yang menutup jendela kamar juga robek. Diduga Umar, pelaku langsung kabur usai menyerang lewat jendela kamar. Udin langsung dibawa oleh pihak pesantren ke rumah sakit untuk mendapat perawatan.

    Menurut dugaan Umar, si pelaku ingin melakukan pencurian di Pesantren. Namun, tidak ditemukan satu barang pun yang hilang. “Mungkin mau mencuri karena sebelum-sebelumnya sudah sering ada yang mencuri lampu, saklar, hendphone santri,” ujarnya. Kini kasus tersebut tengah diselidiki oleh polisi.