Pamit Hendak Survei, Mahasiswi Cantik Ceritakan Kronologi Ia Menghilang Kemudian Ditemukan di Jombang


SURATKABAR.ID – Seorang mahasiswi cantik bernama Maulida Indiana (22) sudah tak pulang ke rumahnya sejak Minggu (11/3/2018) sekitar pukul 18.30 WIB. Sebelumnya, ia pamit kepada orang rumah hendak pergi melakukan survei. Maulida yang merupakan warga Jalan KH Ahmad Dahlan, RT 4 RW 16, Kelurahan Kebonsari Kulon, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo tersebut belakangan dilaporkan hilang lantaran tak pulang-pulang. Demikian seperti dikutip dari reportase JawaPos.com, Kamis 15/03/2018).

Berdasarkan penuturan keluarganya, gadis cantik berjilbab itu sempat diantar oleh Riswandika (18), adiknya, ke gang buntu, utara rumah tempat tinggalnya. Usai mengantar sang kakak, Riswandika langsung pulang, “Saya mengantar ke gang buntu diutara sana. Terus saya pulang,” tuturnya, Rabu (14/03/2018), melansir laporan WartaBromo.com.

Namun, sejak malam itu, mahasiswi Universitas Jember (Unej) Fakultas Ekonomi jurusan Manajemen ini tak pulang ke rumah. Sehingga keluarga risau karena keberadaannya tak diketahui.

Nuraini (48) yang merupakan bibi Maulida menyebutkan, pihak keluarga lantas tak tinggal diam setelah mengetahui Maulida tak pulang ke rumah. Usaha untuk mencari dan menghubungi rekan-rekannya pun dilakukan. Namun sayang, semua upaya tersebut berujung nihil.

Pihak keluarga pernah menghubungi telepon selulernya, namun anehnya malah dimatikan setelah diangkat. Nuraini juga bercerita, kalau pernah menelepon teman kuliahnya, namun dimatikan saat ditanya keberadaannya.

“Jadi kami bertambah bingung. Ponakan saya itu kalau ditelpon dan menelpon, dimatikan saat ditanya ada dimana. Jadi kami sekeluarga, tidak tahu, dia sekarang ada di mana,” imbuh Nuraini.

Nuraini dan keluarga yang lain menepis jika Maulida dibawa kabur pacarnya. Pasalnya, antara Maulida dan pacarnya yang bernama Kemal, warga Jalan Mastrip, semuanya berjalan baik-baik saja dan tidak ada masalah. Bahkan, Kemal bersama orang tuanya sering berkunjung ke rumah Maulida.

Diketahui, Kemal mulai menjalin asmara dengan Maulida sejak sekolah di SMKN Kota Probolinggo.

“Kami sudah menghubungi pacarnya yang saat ini berada di Jogja. Katanya, Maulida tidak bersamanya,” tandasnya.

Sementara itu, saat dihubungi awak media, Kemal mengaku tidak bersama Maulida. Ia mengetahui pacarnya hilang setelah dihubungi keluarga Maulida.

“Yang memposting pengumuman hilangnya Maulida di medsos, adalah saya dan nomor yang tertera itu adalah nomor HP saya,” katanya singkat.

Ditemukan di Jombang

Namun untunglah setelah hilang selama dua hari menghilang dan berpamitan hendak Coklit (Pencocokan dan Penelitian) pemilih pada Pilwali mendatang, yang bersangkutan ditemukan di Jombang.

Hilangnya Lida—demikian panggilan akrabnya yang merupakan putri kedua dari tiga bersaudara ini memang sempat dilaporkan oleh keluarganya ke Mapolres Probolinggo Kota.

Menghadapi ketidakpastian, keluarganya hanya bisa pasrah dan berharap Lida pulang ke rumahnya dan berkumpul lagi bersama keluarga seperti sebelumnya.

Nuraini; tante atau bibi Maulida juga sempat menyebutkan bahwa keponakannya tidak pernah bertengkar dengan keluarga, ibu dan kakak beserta adiknya. Demikian dikutip dari reportase JatimTimes.com.

“Tidak pernah bertengkar dan tidak punya masalah dengan keluarga. Dia itu, jarang ngomong dan selalu di rumah saat pulang dari Jember,” tandasnya.

Diketahui Maulida mengisi liburnya sambil menggarap skripsi menjadi petugas coklit atau PPDP (Petugas Pemutakhiran Data Pemilih) KPU Kota Probolinggo.

“Pamitannya mau coklit. Adiknya yang ngantar. Enggak tahu, kok sampai saat ini tidak pulang,” tandas bibinya.

Lida ditemukan di rumah Dini, teman sekampusnya. Juwariya (53) yang merupakan ibu dari Lida mengatakan bahwa putrinya itu mengaku kebingungan setelah sampai di gang buntu untuk survei.

Lida lantas pergi ke Jombang dengan bermodalkan uang Rp 50 ribu, “Dari pengakuannya, setelah diantar adiknya ke gang buntu, dia merasa kebingungan. Dia lantas naik angkot ke terminal Banyuangga. Kemudian ikut bus yang saat itu berangkat. Waktu itu kebetulan bus yang berangkat, bus jurusan Surabaya. Jadi dia ikut ke Surabaya,” beber Juwariya ibunya.

Sesampainya di terminal Bungurasih Surabaya, Lida pun tidur di musala terminal. Baru esok harinya ia naik bus lagi.

“Waktu itu katanya yang berangkat bus jurusan Jombang. Jadi dia ikut ke Jombang. Sesampainya di terminal Jombang, ia ingat punya teman di sana. Dia lantas minta dijemput temannya dan menginap semalam di rumah temannya,” tambah Juwariya.

Lida sendiri sebenarnya membawa handphone, namun karena lowbat, keluarga pun tak dapat menghubunginya. Barulah sesampainya di Jombang, ia bisa mengecas HP-nya.

Begitu mendapat telepon dari Lida, orangtuanya langsung menyusul putri mereka ke Jombang pada Rabu (14/03/2018) kemarin dan memboyongnya pulang.

“Dia juga tidak tahu kenapa kok bingung. Yang jelas bukan karena ketempelan jin. Syukurlah, yang penting dia dalam keadaan sehat,” pungkas sang ibu.