6 Tips Agar Uang Aman Tak Dicolong Seperti Kasus BRI


SURATKABAR.ID – Kasus pencurian uang yang menimpa beberapa nasabah bank BRI di Jawa Timur membuat kaget masyarakat. Semua pihak mendadak menjadi waswas mengingat hal ini bisa terjadi kepada siapa saja. Sebelumnya, diketahui setidaknya ada 16 nasabah di Kediri, Jawa Timur yang mendapati bahwa uang di rekening mereka berkurang karena diambil oleh si tangan jahil. Besar kemungkinan kejahatan ini merupakan ulah para Skimmer yang menggunakan alat penyadap di mesin ATM (Anjungan Tunai Mandiri atau Automated Teller Machine/ Automatic Teller Machine) tempat mereka mengambil uang.

Mengutip laporan Liputan6.com, Kamis (15/03/2018), teknik skimming dilakukan dengan cara mengggunakan alat yang ditempelkan pada slot mesin ATM (tempat memasukkan kartu ATM) dengan alat yang dikenal dengan nama skimmer. Modus operasinya yaitu mengkloning data dari magnetic stripe yang terdapat pada kartu ATM milik nasabah.

Lantas bagaimana caranya agar hal ini tak terjadi kepada kita? Ada baiknya ikuti 6 tips berikut agar uang aman tak dicolong seperti kasus BRI, seperti dilansir dari Tribunjualbeli.com dan nextren.grid.id:

  1. Selalu waspada

Saat kita menggunakan mesin ATM, adalah penting untuk selalu waspada. Awasi selalu kondisi sekitar kita, pastikan tak ada orang-orang yang mencurigakan. Perhatikan juga tempat lokasi ATM, apakah berada di tempat yang aman? Memilih ATM di tempat yang ramai dan mengambil uang pada saat jam kerja lebih baik ketimbang mengambil uang di ATM yang lokasinya berada di tempat yang sepi.

Ini dikarenakan pada umumnya para oknum Skimmer tersebut tidak berani menyadap mesin ATM yang berada di dalam bank, mini mart, ataupun tempat keramaian lainnya. Dengan begitu, usahakan hindari mesin ATM yang berada di tempat terpencil, atau berada di tempat terbuka.

Terpenting, tolak langsung orang tak dikenal yang datang menawarkan bantuan pada Anda.

  1. Periksa terlebih dahulu sebelum menggunakan mesin ATM

Mengingat waspada saja tidak cukup, selalu periksa terlebih dahulu mesin ATM yang hendak Anda gunakan. Apakah ada kejanggalan atau keanehan secara fisik pada mesin tersebut?

Periksa terutama di bagian untuk memasukkan kartu, perhatikan apakah posisinya ada yang aneh, atau apakah terlihat ganjil.

Biasanya, tempat memasukkan kartu di ATM baru umumnya terlihat ada lampu yang berkelap-kelip. Jika tak ada lampu yang menyala, ada kemungkinan alat skimmer dipasang di dalamnya sehingga menghalangi lampu yang ada di dalam.

Jika misalkan ada beberapa mesin ATM dari bank yang sama di situ, coba bandingkan dengan mesin ATM yang tersedia di sana. Apakah ada yang berbeda, atau terlihat tidak sama.

Periksa juga bagian atas dan speaker dari ATM tersebut. Coba goyang-goyangkan. Harap diingat, ATM yang normal biasanya kokoh dan tak mempunyai bagian yang longgar.

Amati pula di bagian keyboard-nya. Jika terasa lebih tebal atau terasa keras saat ditekan, ada kemungkinan keyboard tersebut telah disusupi alat Skimmer di baliknya.

  1. Goyangkan kartu saat memasukkannya ke ATM

Usai memeriksa mesin secara saksama dan setelah memastikan semuanya berfungsi normal tak ada keanehan, masukkan kartu ATM Anda.

Saat memasukkan kartu ATM ke lubang pembaca kartu, goyang-goyangkan kartu ke kanan dan ke kiri atau ke atas dan ke bawah, sampai kartu masuk ke dalam.

Hal ini perlu dilakukan karena cara kerja mesin Skimmer adalah dengan membaca pita magnetik di kartu kita dalam satu gerakan. Alhasil, apabila Anda menggoyang-goyangkan kartu saat dimasukkan, maka otomatis alat Skimmer itu tidak akan bisa membaca pita magnetik dengan baik.

Anda tak perlu khawatir kartu ATM akan rusak atau jadi tak terbaca. Pembaca kartu Anda yang sebenarnya berada di bagian yang lebih dalam lagi, sehingga proses menggoyang-goyangkan kartu saat dimasukkan ini tidak akan mengganggu proses mesin ATM yang asli.

  1. Selalu asumsikan bahwa ada orang yang mengintip

Ini berguna untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan Anda. Saat memasukkan nomor pin, usahakan selalu tutupi agar tak bisa terlihat oleh orang lain—bahkan meski pun tidak ada siapapun di situ (tokh sebenarnya di situ selalu ada CCTV, bukan?)

Pasalnya, bisa jadi ada skimmer yang menaruh kamera kecil di tempat yang tak terlihat. Seperti kita ketahui, nomor PIN adalah benteng terakhir dari serangan pembobolan oleh pihak lain. Jagalah nomor PIN Anda agar tak tersebar ke orang lain. Secara berkala, gantilah nomor PIN kartu ATM Anda.

  1. Gunakan ATM hanya di hari kerja

Karena para pelaku Skimmer kerap menanamkan alat penyadap mereka di akhir pekan (Sabtu-Minggu), maka selalu gunakan mesin ATM hanya di hari kerja saja.

Para pelaku Skimmer ini tentunya bukan tanpa sebab menanamkan alat penyadap mereka di akhir pekan. Hal ini mereka lakukan demi meminimalisir laporan korban yang menyadari bahwa mereka telah kena sadap.

Berhubung bank pada akhir pekan kebanyakan libur, maka laporan korban baru bisa diproses setelah beberapa hari kemudian. Sedangkan selang waktu tersebut sudah cukup bagi para Skimmer untuk melancarkan aksi mereka. Itulah sebabnya sangat disarankan untuk menggunakan ATM di hanya hari kerja. Jangan gunakan di akhir pekan jika kebutuhannya tidak terlalu terpaksa.

Apabila Anda mendapati ada aktivitas mencurigakan di rekening Anda, segera laporkan ke bank terkait. Semakin cepat Anda melakukan laporan, maka akan semakin cepat pula bagi bank untuk menindaklanjuti proses kasus Anda.

  1. Aktifkan layanan mobile banking

Seiring perkembangan zaman yang kini sudah serba digital,rata-rata kebanyakan bank sudah menyediakan layanan mobile banking untuk mempermudah transaksi nasabah mereka. Segeralah aktifkan layanan ini agar segala macam aktivitas di rekening Anda bisa dimonitor dengan baik oleh diri sendiri.

Beberapa layanan mobile banking juga memberikan layanan notifikasi ke smartphone atau e-mail Anda jika terjadi transaksi di rekening.

Jika sesuatu yang mencurigakan terjadi pada rekening Anda, segeralah cepat melaporkannya ke pihak bank yang bersangkutan. Semakin cepat Anda bereaksi atas kehilangan Anda, semakin cepat pula pihak bank akan memproses pemeriksaannya.

Sekilas Card Skimming

Sebagai informasi tambahan, dari penjelasan yang dipaparkan oleh laman How Stuff Works, card skimming sendiri merupakan aktivitas menggandakan informasi yang terdapat dalam pita magnetik (magnetic stripe) yang terdapat pada kartu kredit maupun ATM/debit secara ilegal.

Artinya dapat disimpulkan bahwa skimming merupakan aktivitas yang berkaitan dengan upaya pelaku untuk mencuri data dari pita magnetik kartu ATM/debit secara ilegal untuk memiliki kendali atas rekening korban.

Laman Bank Tech menerangkan bahwa teknik pembobolan karu ATM nasabah melalui teknik skimming pertama kali teridentifikasi pada 2009 lalu di ATM Citibank, Woodland Hills, California. Saat itu diketahui jika teknik skimming dilakukan dengan cara mengggunakan alat yang ditempelkan pada slot mesin ATM (tempat memasukkan kartu ATM) dengan alat yang dikenal dengan nama skimmer.

Modus operasinya adalah mengkloning data dari magnetic srtripe yang terdapat pada kartu ATM milik nasabah. Magnetic stripe merupakan garis lebar hitam yang dapat Anda temukan di bagian belakang kartu ATM. Fungsinya kurang lebih seperti tape kaset, material Ferromagnetic yang dapat dipakai untuk menyimpan data (gambar, suara, atau bit biner).