Hiii! Ngaku Tak Enak Badan, Ternyata Setengah Otak Kanannya Lenyap Secara Misterius. Kok Bisa?


SURATKABAR.ID – Sering kali tubuh memberikan tanda ketika ada yang tidak beres dengan kesehatan kita. Untuk itu jangan pernah mengabaikan petunjuk sederhana dari tubuh kita jika tidak ingin menyesal di kemudian hari.

Dilansir Grid.ID dari artikel terbitan South China Morning Post pada Selasa (13/4), seorang pria berusia 84 tahun pergi ke dokter untuk memeriksakan kondisi tubuhnya setelah merasakan badannya kurang fit. Namun apa yang ditemukan tenaga medis di  Causeway Hospital, Irlandia Utara sungguh mengerikan!

Awalnya dokter tidak mendapati penyakit berbahaya, seperti yang terangkum dalam riwayat medis si kakek. Pria lanjut usia ini bahkan tidak merokok dan minum minuman beralkohol. Tes darah dilakukan untuk mendeteksi tanda abnormal dalam tubuhnya.

“Tidak ada tanda kelemahan wajah, gangguan visual atau ucapan,” jelas dokter yang memeriksa kondisi kesehatan kakek tersebut, yang tentu saya membuatnya semakin kebingungan, dikutip dari laman Grid.ID pada Rabu (14/3/2018).

Barulah setelah menjalani tes CT dan MRI, dokter dibuat terhenyak. Pasalnya, dalam hasil MRI tampak bagian otak depan kanan pria malang tersebut ‘lenyap’. “Kami semua sempat bingung dengan gambar yang kami lihat!” jerit Finlay Brown, dokter yang memeriksa pasien tersebut.

Keadaan ini tentu saja membuat dokter bertanya-tanya, apakah mungkin sebelumnya pria ini pernah menjalani operasi otak sehingga ia kehilangan sebagian volume organ penting tersebut. Namun jawaban si pria menambah kebingungan dokter, karena kakek tersebut menjawab “Tidak”.

Meski langka, namun pneumocephalus, yakni adanya udara di dalam tengkorak manusia, suatu kondisi yang kebanyakan diderita pasien operasi otak. Khusus pada kakek ini, kemungkinan terjadi karena infeksi sinus dan cedera kepala atau wajah.

“Hampir 100 persen kasus setelah operasi otak,” kata Brown menjelaskan kasus langka yang ditemuinya tersebut. “Hal ini juga dapat terjadi setelah infeksi sinus dan cedera kepala atau wajah,” tambah sang dokter kemudian.

Diketahui, dalam kasus langka kali ini, rongga udara di dalam tengkorak pasien berukuran sekitar 8,9 cm. Kakek tersebut bisa saja melakukan operasi dan menghilangkan kantung udara di dalam otaknya. Namun ia menolak dengan alasan usia dan faktor kesehatan lainnya.

Untuk mengatasi keluhan kesehatan yang dirasakannya, dokter hanya memberi obat pencegah stroke sekunder dan ia bisa pulang. Tetapi si kakek diwajibkan segera ke rumah sakit apabila merasakan sakit pada kepalanya di kemudian hari.