Wow! PNS Kini Bisa Cuti Sebulan untuk Dampingi Istri yang Melahirkan


SURATKABAR.IDBadan Kepegawaian Negara (BKN) mengungkap pegawai negeri sipil (PNS) pria yang istrinya sedang menjalani proses melahirkan boleh mengajukan cuti dengan waktu paling lama satu bulan. Hal ini dilakukan sebagai bentuk dukungan pemerintah dalam hal pengarusutamaan gender.

Nantinya pegawai laki-laki juga bisa membantu pasangannya dalam mengurus keluarga. Hal itu diatur terperinci dalam Peraturan BKN Nomor 24 Tahun 2017.

“Dalam peraturan BKN Nomor 24 Tahun 2017 disebutkan cuti alasan penting (CAP) bagi PNS laki-laki yang mendampingi istri bersalin tersebut tidak memotong cuti tahunan dan selama menggunakan hak atas cuti karena alasan penting, PNS yang bersangkutan menerima penghasilan PNS,” kata Kepala Biro Hubungan Masyarakat BKN Mohammad Ridwan, seperti dikutip dari keterangan tertulis, Sabtu, (10/3/2018), dikutip dari Liputan6.com.

Ridwan menjelaskan, PNS pria tetap mendapatkan penghasilan sebagaimana dimaksud terdiri atas gaji pokok, tunjangan keluarga, tunjangan pangan, dan tunjangan jabatan sampai dengan ditetapkannya Peraturan Pemerintah yang mengatur gaji, tunjangan, dan fasilitas PNS.

Aturan cuti ini merupakan penyempurnaan dari aturan yang lama. Hal itu agar PNS dapat menerima kejelasan cuti untuk bisa mendampingi pasangannya yang melahirkan. Sebab, kata Ridwan, dalam aturan sebelumnya belum banyak dijelaskan secara detail mengenai kebijakan cuti ini.

“Jadi kalau yang disebut misalnya, hak cuti PNS pria untuk mendampingi isterinya ketika melahirkan atau caesar, itu dulu tidak eksplisit disebut di peraturan sebelumnya, sekarang kita sebut. Jadi beberapa hal baru yang kita adopsi untuk keperluan ini,” ujar Ridwan.

Adanya kebijakan ini pun layaknya angin segar bagi pegawai laki-laki. Meski terdengar baru, aturan ini ternyata sudah banyak diterapkan di negara lain.

Seperti Norwegian, Italia, Autralia, Kanada, Islandia, dan negara-negara di Afrika.