Sering Terjadi Kecelakaan, Ini Kisah Mistis Dibalik Nama Tanjakan Emen


    SURATKABAR.ID – Sebuah kecelakaan kembali terjadi di Tanjakan Emen, Ciater, Subang, Jawa Barat, Senin (12/3/2018) kemarin.

    Sebuah minibus tiba-tiba kehilangan kendali dan terguling. Akibatnya, 16 penumpang minibus menderita luka-luka. Anehnya, lokasi kecelakaan tepat di mana kecelakaan sebelumnya terjadi.

    Sabtu (10/2/2018) lalu, sebuah bus pariwisata dan sepeda motor juga mengalami kecelakaan di lokasi tersebut. Kala itu, 27 korban tewas karena kecelakaan.

    Mengenai kecelakaan yang terjadi di tanjakan Emen, tak sedikit masyarakat yang mengaitkannya dengan hal mistis. Bahkan, ada yang menyebut bahwa Emen adalah sosok penunggu tanjakan maut ini. Lantas, siapakah Emen sebenarnya?

    Dilansir liputan6.com dari laman kotasubang.com, terdapat tiga kisah soal Emen yang dipercaya masyarakat. Ketiga kisah tersebut tak jauh dari asal-usul nama Emen yang diberikan. Berikut kisah singkatnya:

    1. Kecelakaan Bus Bunga, 1969

    Seorang warga yang tinggal di sekitar tanjakan Emen, Sahidin Darajat, mengisahkan tentang sebuah kecelakaan yang terjadi di tahun 1969.

    Sahidin mengaku, dia adalah saksi mata kecelakaan Bus Bunga. Kala itu, Emen yang merupakan seorang kernet bus sedang mengganjal roda bus yang mogok di tanjakan. Sayangnya, rem bus ternyata blong dan mengakibatkan Emen terseret bus hingga meninggal dunia.

    Setelah peristiwa ini, sering terjadi penampakan sosok Emen. Oleh karena itu, tanjakan pun diberi nama tanjakan Emen.

    2. Korban tabrak lari

    Kisah lain tentang sosok Emen adalah korban tabrak lari. Tak diketahui pasti kapan peristiwa ini terjadi. Menurut kabar yang beredar, Emen adalah seorang korban tabrak lari.

    Oleh penabraknya, jenazah Emen bukannya ditolong, malah disembunyikan di rerimbunan pohon di tanjakan tersebut. Sejak itu, arwah Emen bergentayangan untuk menuntut balas.

    3. Sopir oplet, 1964

    Kisah terakhir disebut terjadi pada tahun 1964. Emen merupakan seorang sopir oplet Subang-Bandung yang mengalami kecelakaan di lokasi tersebut. Opletnya terbakar dan banyak yang mengatakan bahwa Emen tewas di tempat kejadian. Sejak itulah banyak terjadi kecelakaan di sana.

    Menurut Wahyu, putra dari Emen, kisah terakhir yang paling mendekati kebenarannya. Saat Wahyu masih berusia 8 tahun, Emen mengalami rem blong. Oplet yang dikendarainya menabrak tebing hingga terbalik kemudian terbakar.

    Wahyu mengatakan, hanya ada dua orang yang selamat dalam kecelakaan itu. Namun, ia memastikan bahwa sang ayah tak meninggal di tanjakan tersebut, melainkan di Rumah Sakit Ranca Badak. Jenazahnya disemayamkan di pemakaman umum di daerah Jayagiri, Lembang.

    Menurut mitos yang berkembang di masyarakat, jika tak ingin mengalami kejadian buruk saat melalui lokasi ini, pengendara disarankan melempar koin atau rokok, dan menyalakan klakson.