Suku di Amazon Ini Hanya Dihuni Oleh Wanita, Ternyata Begini Cara Mereka Hamil


SURATKABAR.ID – Selama ini, kabar mengenai keberadaan Suku Amazon masih menyisakan misteri dan tanda tanya. Benarkah suku tersebut benar-benar ada dan menghuni sebuah pulau yang hanya ditempati oleh para wanita-wanita hebat yang perkasa? Ataukah legenda para wanita super yang hidup dan berjuang bersama itu hanya dongeng isapan jempol semata? Ternyata keberadaan suku itu benar adanya. Lantas, bagaimana mereka bertahan hidup? Bagaimana juga mereka hamil untuk mempertahankan keturunan?

Dilansir Sripo dari Coco01.net melalui Tribunnews.com, Minggu (11/03/2018), seperti diketahui, sebuah hutan di Amazon dikenal sebagai hutan hujan tropis terbesar di dunia. Rupanya, inilah ‘tempat penyimpanan’ dari rahasia akbar tersebut. Jauh di pelosok rimba hutan lebat tersebut, tinggallah sebuah suku wanita yang masih tidak terpengaruh oleh dunia luar apalagi modern. Mereka disebut sebagai suku pribumi, yang keseluruhannya berjenis kelamin perempuan.

Amazon merupakan murni suku wanita. Tak ada satu pun pria di antara mereka. Suku Amazon terdiri dari para wanita mandiri yang tidak memperbolehkan kaum pria mengintervensi urusan mereka. Mereka juga melarang laki-laki termasuk bayi laki-laki tinggal dan berbaur dengan suku tersebut.

Mereka demikian gagah perkasanya  mengingat rata-rata semua wanita pandai bertarung dan merupakan seorang prajurit. Namun ada satu hal yang menarik dari suku ini. Ketika seorang prajurit sudah masuk usia menikah, mereka malah harus berjuang terlebih dahulu. Wanita-wanita itu akan diminta mengintai suku lain yang adalah kaum pria.

Mereka ditugaskan untuk mencari pria perkasa. Kemudian, jika saatnya tiba, mereka akan menyerang kaum tersebut serta menculik pria yang menjadi incarannya. Peia incaran kemudian diculik dan dijiadikan suami ‘satu malam’ hanya untuk membuat wanita-wanita suku Amazon hamil.

Saat positif hamil, pria-pria yang diculik dikembalikan kepada suku mereka. Namun sayangnya, jika bayi yang lahir adalah laki-laki, maka bayi tersebut akan langsung dibuang ke hutan. Namun, jika bayi yang lahir adalah perempuan, bayi akan terus dirawat dan dibesarkan. Para tetua akan menempanya agar bertumbuh menjadi seorang prajurit yang ahli berperang.

Fakta Sangar Suku Amazon

Beberapa sumber mengatakan bahwa menurut legenda, wanita-wanita Suku Amazon mendiami sebuah daerah di Asia Minor. Menurut cerita, mereka sangat mandiri dan tak butuh satu pun pria. Bahkan mereka juga melakukan peperangan untuk bertahan atau pun menguasai suatu wilayah. Bicara soal berperang, wanita Amazon dikenal lantaran kegemaran dan kelihaian mereka dalam bertempur.

Konon, para wanita Amazon sangat ahli dalam berbagai hal yang identik dengan maskulinitas seperti bermain pedang, menunggang kuda sambil membawa tombak, serta keahlian mematikan kebanggaan mereka—memanah. Bahkan dalam berbagai cerita, dikatakan bahwa Bangsa Yunani sempat kewalahan menghadapi pasukan Amazon ini.

  1. Wanita Amazon Gemar Memotong Sebelah Dada Mereka

Salah satu kebiasaan paling gila yang kerap dilakukan para wanita Amazon secara turun temurun ini adalah kenekatan mereka untuk memotong sebelah buah dadanya. Yang menjadi penyebabnya bisa dikatakan begitu sepele, namun membuat merinding.

Menurut cerita, mereka melakukannya agar jadi lebih mudah saat memanah. Dengan permukaan dada yang rata, mereka bisa mendapatkan fokus lebih saat memanah dan tidak merasa terganggu atau terhalangi oleh anggota tubuh mereka sendiri.

  1. Mereka Sangat Membenci Pria

Menurut kepercayaan Yunani kuno, wanita Amazon sangat membenci para pria. Bagi mereka, laki-laki hanyalah sampah yang tak berguna. Maka dari itu, mereka kemudian memutuskan untuk tidak bergantung kepada pria dan mulai mengasah dirinya. Sehingga yang terjadi kemudian adalah superioritas wanita Amazon yang teramat tinggi.

  1. Para Ibu Membesarkan Anaknya Dengan Keras

Sama seperti para bocah Sparta atau Mongol yang menjalani pendidikan dan asuhan yang keras, para anak-anak perempuan Amazon juga mengalami nasib serupa, jika tak bisa dikatakan sama.

Para ibu Amazon menempa anak-anak gadisnya dengan keras hingga mereka menjadi putri kesatria yang hebat. Sebut saja mulai dari belajar menunggang kuda hingga latihan memakai berbagai macam senjata bak kisah dalam film Wonder Woman.

  1. Wanita Amazon Bikin Yunani Ketar-Ketir

Dengan obsesi yang besar akan peperangan, serta diimbangi dengan kemampuan melawan musuh mereka yang mematikan, tak heran rasanya jika para wanita Amazon menjadi ancaman yang besar bagi para lawan.

Menurut legenda, pasukan wanita buas dan beringas ini pernah berhadapan dengan pasukan Yunani dan sukses memberikan perlawanan yang sengit. Alhasil, Yunani pun dibuatnya ketar-ketir.

  1. Antara Fantasi dan Juga Kenyataan

Banyak yang menganggap kisah sangar wanita Amazon hanya legenda yang dibuat-buat. Pasalnya, hampir tak ada bukti nyata berupa peninggalan atau pun untuk menunjukkan eksistensi mereka. Sebagian sejarawan masih berpendapat wanita Amazon memang sengaja diciptakan sebagai dongeng dan hiburan.

Meski begitu, dilansir dari FaktaOnTheSpot, eksistensi Amazon juga bermunculan dalam artefak peninggalan masa lalu dari masa kejayaan Yunani kuno, Romawi, Persia, sampai Indian Amerika dan Timur Tengah. Amazon memang diragukan keberadaannya—apakah benar-benar nyata atau hanya sekadar mitos yang tertuang dalam epic dan legenda. Namun setidaknya, ada banyak artefak dari masanya yang merujuk pada eksistensi sebuah suku wanita yang andal bertempur.

Di wilayah Eropa modern, sejumlah artefak tersebut tersimpan dalam museum. Baik pahatan, arca, relief dan senjata tempur peninggalan yang ditemukan membuktikan bahwa kemungkinan besar suku wanita yang dinamakan Amazon memang benar-benar ada.

Hal ini juga diperkuat oleh skriptur tua dari masa sebelum Masehi hingga abad pertengahan Masehi. Kegagahan para perempuan pejuang ini memang tak bisa dihilangkan begitu saja dari jejak sejarah. Jika ia tidak mengacu pada satu suku atau bangsa yang didominasi perempuan, setidaknya kelompok wanita yang mahir bertempur dan andal dalam menggunakan senjata memang benar-benar nyata di masa lalu.