Gadis Cantik Dijodohkan dengan Dokter Kandungan, Baru 4 Hari Menikah Langsung Minta Cerai


SURATKABAR.ID – Tak sedikit orangtua yang menjodohkan anak-anak mereka dengan harapan agar anaknya bisa hidup bahagia dengan pasangan yang mereka pilihkan. Namun, tak selamanya perjodohan akan berbuah manis. Meski baik di awal, kadang akhirnya sama sekali tak terduga.

Seperti dilansir tribunnews.com, Rabu (24/1/2018), kisah tentang seorang wanita yang dijodohkan dengan seorang dokter kandungan. Mereka hanya mengenal 2 bulan sebelum akhirnya menikah.

Menurut penuturan wanita tersebut, dia dan sang dokter hanya berkencan beberapa kali saja selama jangka waktu dua bulan. Meski begitu, Mawar (bukan nama sebenarnya) sudah jatuh cinta pada calon suaminya itu.

Sebelum menikah, Andre (bukan nama sebenarnya) memperlakukan Mawar dengan amat baik. Mereka sering chatting, telepon, atau kadang makan dan menonton bioskop berdua. Andre juga sangat perhatian pada Mawar.

Meski keduanya dijodohkan, Mawar tak ragu untuk menikahi Andre karena perhatian dan kebaikannya. Hingga malam pertama tiba dan segalanya berubah. Mawar tentu berharap malam yang romantis, karena selama ini Andre begitu baik padanya.

Namun, nyatanya Andre begitu dingin hingga enggan menyentuhnya. “Aku capek, aku juga nggak tertarik sama yang begitu, aku sering ketemu kalau kerja,” ujar Andre enteng.

Karena terkejut dengan jawaban Andre, Mawar pun menanyakan kenapa pria itu mau dijodohkan dan menikah dengannya. Namun, jawaban Andre lagi-lagi menyakiti hatinya. “Keluargaku pengen aku cepat-cepat menikah. Hal ini bikin aku pusing dan stress,” jawabnya dingin.

Di malam pertamanya sebagai istri, Mawar terhenyak dengan pengakuan Andre. Ia begitu sedih sekaligus marah, tapi tak bisa berbuat apa-apa.

Keesokan harinya, hal serupa terjadi. Andre hanya menonton TV sampai tengah malam, kemudian asyik dengan ponselnya. Ia sama sekali tak mengajak istrinya berbicara.

Di hari ketiga, Andre tiba-tiba mengajak Mawar berbulan madu. Namun, dengan tegas Mawar menolak karena merasa tak ada cinta diantara mereka. Hal ini membuat Andre marah, keluar dari kamar, kemudian tidur di sofa.

Mengetahui hal ini, ibu Andre bukannya menenangkan, tapi malah menjelek-jelekkan Mawar. Tak tahan, Mawar langsung mengemasi barang-barangnya dan memutuskan pulang.

Sang suami tak sedikitpun berusaha mencegahnya. Hanya ayah Andre yang membujuk anaknya untuk mengejar Mawar. Namun ibunya malah memanas-manasi. “Buat apa dikejar, biar aja dia pergi nggak usah balik lagi,” katanya.

Tepat empat hari menikah, Mawar mengajukan gugatan cerai terhadap sang suami. Meski begitu, ia merasa sangat lega karena tak harus hidup dengan pria yang tak mencintainya.

3 bulan setelahnya, Andre mencoba mendekati Mawar dengan mambawakan hadiah. Dia juga sempat meminta maaf dan mengaku ingin rujuk. Mawar dengan tegas menolak tawaran itu.

Disisi lain, muncul kabar bahwa orangtua Andre kembali mencoba menjodohkan anaknya dengan beberapa wanita lain. Namun, tak ada yang cocok.