Pelaku Penganiayaan Saksi Ahli Kasus Chat Habib Rizieq Dijatuhi Vonis 5-9 Tahun


Foto: Tempo

SURATKABAR.ID – Pada hari Rabu (7/3/2018) ini Pengadilan Negeri Jakarta Timur menggelar sidang vonis terhadap 5 orang yang menjadi terdakwa kasus penganiayaan ahli IT sekaligus alumni Institut Teknologi Bandung, Hermansyah. Di mana ia pernah menjadi saksi ahli untuk kasus chat m***m Rizieq Shihab.

Hakim Ketua, Wendra Rais, dalam sidang itu memvonis hukuman 5 tahun penjara atas terdakwa Erick Birahy, Dominggua Paliama dan Richard Patipelu. Sedangkan, vonis 6 dan 9 tahun penjara dijatuhkan kepada terdakwa Edwin Hitipeuw dan Lauren Paliyama.

“Terdakwa secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana penganiayaan secara bersama-sama,” ujar Hakim Ketua Wendra Rais di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Rabu (7/3/2018).

Terdakwa Edwin, Erick, Domaince dan Richard didakwa atas pelanggaran Pasal 338 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana dan Pasal 170 KUHP. Sementara, Lauren di samping dua pasal yang sama tersebut, dijerat juga dengan Pasal 2 Ayat 1 UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 lantaran membawa senjata tajam.

Hermansyah mengalami serangan aniaya dan pembacokan pada tanggal 9 Juli 2017 lalu. Ia ditikam di jalan tol Jagorawi Kilometer 6 ruas Taman Mini Indonesia Indah dengan jalan tol lingkar luar (Jakarta Outer Ring Road-JORR), Jakarta Timur.

Bermulanya peristiwa yakni saat sebuah sedan Honda City yang dikendarai oleh Edwin dan Lauren menabrak mobil Avanza yang dikendarai oleh Hermansyah. Lalu Hermansyah mengejar pengemudi mobil itu kemudian memintanya untuk menepikan kendaraan. Selaku pengemudi Edwin pun ikut menepikan mobilnya. Tiga rekan Edwin di belakang pun yang menaiki mobil lain ikut berhenti.

Hermansyah yang telah turun dari kendaraannya dihampiri empat teman Edwin. Lalu, ketika Hermansyah meminta ganti rugi dan ditolak Edwin cekcok pun terjadi. Mendadak Lauren yang saat itu posisinya berada di samping Edwin jadi naik pitam lantas menikamnya dengan pisau.

Presidium Alumni 212 tahun lalu yakin bahwa pengeroyokan yang dilakukan terhadap pakar IT Hermansyah terkait dengan kasus chat pornografi Habib Rizieq dan Firza Husein.

Alasannya, Hermansyah menjadi saksi ahli yang menyatakan chat m***m antara Rizieq Shihab dan Firza adalah palsu. “Komnas HAM harus membentuk tim investigasi karena kuat dugaan (pengeroyokan itu) untuk membungkam saksi ahli,” kata Ketua Presidum Alumni 212 Ansufri Idrus Sambo, Jumat (14/7/2017) lalu ketika menyampaikan pengaduan ke Komnas HAM.


BAGIKAN

Komentar

komentar


Terpopuler



Berita sebelumyaMahasiswi UINSA Surabaya Dilarang Bercadar, Alasannya Ternyata Sepele
Berita berikutnyaPria Ini Pasang Bom di Organ Vital Istrinya, Alasanya Konyol