Kisah Inspiratif Tangguhnya 5 Ilmuwan Wanita Untuk Hari Perempuan Internasional


Foto: Tempo

SURATKABAR.ID – Hari ini 8 Maret 2018 adalah Hari Perempuan Internasional. Hari ini dirayakan setiap tahun sejak 1900. Hari tersebut merayakan prestasi yang dicapai perempuan, mulai dari bidang sosial, politik hingga pengetahuan.

Melihat dari bidang sains, lima ilmuwan perempuan berikut meraih prestasi puncak masing-masing dalam bidangnya. Inilah daftarnya seperti dilansir dari Tempo.co.

  1. Cori Bargmann
Foto: Tempo

Lahir pada 1 Januari 1961, ilmuwan ini ialah pakar neurobiologi di Rockefeller University. Gelar sarjana, master dan Phd diraihnya di University of Georgia dan Massachussetts Institute of Technology.

Adapun karya Bargmann yang paling dikenal yakni mempelajari tentang interaksi antara perilaku dan susunan genetika. Kerja kerasnya pun membuahkan hasil berupa penghargaan yang dia raih dalam dunia sains, yakni Breakthrough Prize in Life Sciences dan Franklin Institute Awards.

  1. Sara Seager
Foto: Tempo

Bagi fans ilmu astronomi mungkin namanya sudah tidak asing. Lahir pada 21 Juli 1971, perempuan ini adalah seorang astrofisikawan di Massachusetts Institute of Technology. Risetnya berfokus pada eksoplanet atau planet yang terletak di luar tata surya kita.

Riset tersebut memiliki tujuan utama untuk mencari planet yang dapat untuk menopang kehidupan serta menguak misteri tentang kehidupan lain yang ada di alam semesta.

  1. Katie Hunt
Foto: Tempo

Hunt ialah arkeolog dengan fokus pada bidang paleoonkologi, yaitu bermacam penyakit purba. Ia bersama dengan timnya sukses dalam mengungkap sejarah penyakit kanker sejak 8.000 tahun yang lalu.

Ia pun memiliki misi mulia yakni mendirikan sebuah bank data mengenai penyakit di mana itu dapat diakses secara gratis. Baik yang mengaksesnya ilmuwan maupun masyarakat untuk dapat sama-sama menemukan obat penyakit yang mematikan tersebut. Hunt sendiri rupanya adalah survivor kanker.

  1. Emily Levesque
Foto: Tempo

Sosok Emily Levesque ialah perempuan muda dan berbakat yang merupakan seorang astronom muda dari University of Washington. Meski baru berusia 32 tahun, sudah ada berbagai riset utama yang diciptakannya, seperti riset mengenai bintang masif.

Emily saat masih tengah menempuh pendidikan sarjana juga sudah menemukan sejumlah bintang terbesar yang menyebar di berbagai galaksi.

  1. Maryam Mirzakhani
Foto: Tempo

Menjadi pakar matematika perempuan pertama asal Iran membuat Mirzakhani meraih penghargaan Fields Medal di tahun 2014. Fields Medal adalah penghargaan yang setara dengan Hadiah Nobel bagi para ahli matematika di seluruh dunia.

Perempuan yang menempuh pendidikan di Harvard University, Amerika Serikat, ini lahir pada 3 Mei 1977 dan ia pun besar di Iran. Mirzakhani dikenal sebagai pakar teori geometri hiperbola.

Namun, dia tak berumur panjang. Mirzakhani menghembuskan nafas terakhirnya pada 15 Juli 2017 usai berjuang melawan kanker p******a yang sudah ia derita sejak lama. Kanker ini pun telah menyebar sampai ke tulang Mirza.


BAGIKAN

Komentar

komentar


Terpopuler



Berita sebelumyaFahri Hamzah Kantongi Bukti untuk Adukan Sohibul ke Polisi
Berita berikutnyaPerhatikan 9 Tanda Perusahaan Ingin Pecat Karyawan, Nomor 7 Nggak Nyangka!