Bikin Target Baru, Menpan RB Minta Iuran 15 Persen Gaji PNS untuk Pensiun


SURATKABAR.ID – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Asman Abnur mengeluarkan target baru terkait besaran iuran untuk dana pensiun yang akan ditarik dari gaji Pegawai Negeri Sipil (PNS). Konsep tersebut bernama fully-funded.

Ditemui di Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Menteng, Jakarta Pusat, Asman mengungkapkan adapun rencana iuran memiliki tujuan untuk mengurangi beban dana pensiun PNS yang sebelumnya diambil dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), dilansir Tempo.co.

“Kisaran konsep kami (untuk uang iuran) antara 10 sampai 15 persen total semuanya (gaji PNS). Itu nanti menjadi uang jaminan PNS terkait,” jelas Asman pada Rabu (7/3), seperti yang dikutip dari laman Tempo.co, Rabu (7/3/2018).

Tidak hanya PNS, nantinya dalam skema tersebut pemerintah juga turut menyisihkan dana iuran yang digunakan untuk dana pensiun para PNS. Menurut rencana, dana dari PNS tersebut akan dikelola sepenuhnya oleh pemerintah dan diberikan kembali kepada para PNS saat mereka pensiun.

Namun meskipun demikian, Asman menambahkan bahwa hingga saat ini pihaknya bersama Kementerian Keuangan belum memenukan putusan akhir terkait berapa jumlah dana yang harus disisihkan PNS dan pemerintah. Sama halnya dengan jumlah dana pensiun yang nanti diterima para PNS.

Lebih lanjut, Asman menjelaskan bahwa bersama Kemenkeu, Kemenpan RB tengah mendiskusikan jumlah final besarnya dana pensiun untuk PNS, sehingga nantinya disebut layak untuk diterima para PNS saat menyelesaikan masa kerja dan pensiun.

“Itu masih kami hitung kira-kira berapa harusnya yang layak untuk diterima mereka (PNS) tiap bulan,” tutur Asman.

Dengan adanya skema fully-funded ini diharapkan dapat meringankan APBN yang sebelumnya membayar dana pensiun para PNS dengan sistem pay as you go.

Para PNS selama ini memberikan iuran sebesar 4,5 persen dari gaji pokok setiap bulannya. Namun angka tersebut tidak mencukupi biaya dana pensiunan. Sehingga untuk menutupi dana sebesar 75 persen dari total gaji pokok PNS, dana diambil dari APBN.

Terkait target skema baru untuk iaya dana pensiun, Asman mengatakan bisa mulai diberlakukan bagi PNS yang baru mulai di tahun ini. Sementara bagi PNS yang lama, maka akan diberlakukan dua skema pembayaran, yakni skema pay as you go untuk masa kerja terdahulu dan sisanya terhitung tahun ini hingga pensiun mengikuti skema fully-funded.