Pemerintah Gencar Tangkap Pelaku Penyebaran Hoax, PKS: Faktanya Tebang Pilih


SURATKABAR.ID – Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera angkat bicara terkait gencarnya upaya pemerintah melalui kepolisian dalam menangkap para pelaku penyebaran berita palsu, informasi bohong (hoax) serta ujaran kebencian (hate speech) di jagad maya.

Tindakan tersebut dianggap sebagai bagian dari agenda politik, di mana dilakukan tebang pilih. Karena pada kenyataannya tidak semua kasus ujaran kebencian diusut hingga tuntas. Hal tersebut disampaikan Mardani ketika menjadi tamu di program Mata Najwa pada Rabu (7/3), dilansir Detik.com.

Mardani Ali mengaku bahwa hanya pelaku penyebaran hoax yang mengkritik pemerintah saja yang ditangkap. Selepas itu, kasus dibiarkan tanpa ada tindakan dan para pelaku masih bebas berkeliaran untuk terus menyebarkan berita bohong.

“Faktanya tebang pilih. Kami diserang akun-akun seperti Lambe tidak ada yang ditangkap, giliran yang (kritik) pemerintah, langsung ditangkap,” tukas Mardani, dikutip dari laman Detik.com, Rabu (7/3/2018).

Lebih lanjut terkait hal tersebut, menurut Mardani, masyarakat luas tidak mungkin tidak mengetahui penindakan yang terkesan pilih-pilih tersebut. Alasannya adalah sifat kritis yang dimiliki oleh warga zaman sekarang. Jadi, publik tidak perlu lagi diberi pengumuman.

“Tidak perlu dikasih tahu ke masyarakat, masyarakat sekarang sudah pintar. Mereka sudah tahu ini (tebang pilih),” tambah pria yang juga merupakan dosen di Universitas Mercu Buana Jakarta tersebut.

Ikut menanggapi hal tersebut, Ketua Dewan Kehormatan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI P) Komarudin Watubun mengungkapkan tindakan aparat kepolisian merupakan penindakan terhadap tindak kejahatan. Ia membantah adanya ketidakadilan dalam kasus hoax maupun hate speech.

“Kalau hoax ancam negara, ya dilibas sampai habis. Tugas presiden itu kan, melindungi warga dan tumpah darahnya,” ujar Komarudin dengan tegas.

Sebelumnya Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini menyoroti kasus penyebaran berita bohong yang sejak beberapa waktu terakhir semakin marak. Ia menegaskan bahwa para pelaku penyebaran hoax dan hate speech harus ditindak secara objektif.

Hoax ini harus diberantas secara objektif, siapa pun, agama apa pun, kelompok mana pun, semua harus diberantas. Dari pengikut partai mana pun, pengikut kandidat mana pun, harus diberantas,” kata Jazuli Juwaini di ruang Fraksi PKS, Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (5/3), dikutip dari Detik.com.

Seperti yang diketahui sebelumnya, polisi berhasil mengidentifikasi kelompok Muslim Cyber Army (MCA) yang beraliansi dengan Saracen, kelompok penyebar hoax sebelumnya yang berhasil diamankan. Berdasarkan hasil penyidikan, isu kebangkitan PKI dan penyerangan terhadap ulama disebarkan dan diviralkan selama bulan Februari 2018.

Alasan dari diviralkannya berita palsu tentang penyerangan ulama adalah motif politik. Para pelaku penyebar hoax memiliki tujuan untuk memecah belah masyarakat dengan menunjukkan bahwa pemerintah tidak sanggup mengatasi kasus tersebut.