Sakit Hati Gagal Nikah, Pria Ini Sebarkan Video ‘Layak Sensor’ Mantan Kekasihnya

    SURATKABAR.IDBaru-baru ini seorang pria asal Jepara bernama Kasmudi (23) tega menyebarkan video mesumnya bersama mantan pacar di media sosial. Kasmudi mengaku nekat menyebar video tersebut hanya karena sakit hati.

    Warga Desa Karanganyar RT 1 RW 1 Kecamatan Welahan, Kabupaten Jepara ini sakit hati karena perempuan yang ia pacari selama 9 tahun gagal dinikahinya. Kasmudi malah dijodohkan dengan perempuan lain yang menjadi pilihan orangtuanya.

    Kapolres Jepara, AKBP Yudianto Adhi Nugroho mengatakan bahwa tersangka bahkan sudah menikah dengan perempuan yang dipilihkan oleh orangtuanya itu.

    “Dari keterangan tersangka, dia masih cinta dengan M, meski sudah menikah dengan perempuan lain. Lantaran sakit hati dia mengunggah video m***m dengan M di media sosial atas akun M,” ujarnya saat Gelar Kasus di Mapolres Jepara, dikutip dari Detik.com, Selasa (6/3/2018).

    Penyebaran video p***o ini baru terungkap atas laporan masyarakat. Tersangka sudah dua kali mengunggah video tersebut. Namun, sebelumnya dia sempat menghapusnya. Lalu dia kembali mengunggahnya setelah mendapat kabar bahwa mantan pacarnya itu akan menikah dengan lelaki lain.

    “Video tersebut diunggah tersangka di akun milik korban. Lalu korban meminta pelaku untuk menghapus videonya. Tapi kembali diunggah karena M dikabarkan juga akan menikah dengan lelaki lain,” paparnya.

    Video itu dibuat di akhir tahun 2017 menggunakan HP (handphone) milik korban, lalu video itu disalin ke HP tersangka.

    “Lalu diunggah menggunakan akun korban,” tutur Yudi.

    Sementara, Kasmudi mengaku ia berulangkali membuat video m***m dengan pacarnya itu untuk koleksi pribadi.

    “Pacar saya ya tahu waktu direkam karena memang untuk pribadi. Saya unggah karena sakit hati, pacaran 9 tahun tidak jadi menikah,” ungkap Kasmudi.

    Kasmudi ditangkap polisi Senin, (5/3/2018). Atas perbuatanya, Kasmudi dijerat dengan Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik atau pasal 29 UU RI Nomor 44 Tahun 2018 tentang Pornografi.