Baru Pensiun, Buwas Bocorkan Ada Pengkhianat Negara di dalam Lapas

SURATKABAR.IDKomisaris Jenderal (Komjen) Budi Waseso mengaku lega telah pensiun sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN). Meski begitu Budi Waseso atau yang akrab disapa Buwas ini masih memendam kejengkelan lantaran masih ada saja oknum petugas lembaga pemasyarakatan (lapas) yang kongkalikong dengan para bandar narkoba yang mendekam di penjara.

“Inilah bukti fakta bahwa di dalam (lapas) itu masih seperti itu. Terus mau sampai kapan? Harusnya yang ditinda tegas itu oknumnya ini,” katanya dalam konferensi pers di Kantor BNN, Jakarta, dikutip dari Kompas, Senin (5/3/2018).

Buwas menyebut bahwa peredaran narkoba ini 50 persen dikendalikan di dalam lapas. Padahal seperti yang dikatakan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), Indonesia saat ini sedang darurat narkoba. Hal ini dikatakan ketika ia mengamankan salah satu Kepala Lapas di Jawa Tengah berinisial CAS, yang terlibat kasus tindak pencucian uang dari bandar narkoba di lapas.

“Mengapa mafia narkotika sebagian justru berada di dalam lapas? Karena ada pengkhianat negara yang tumbuh berkembang dan selalau mendapat perlindungan. Silahkan Kementrian Hukum dan HAM (Kemenkumham) kalau mau sanggah,” ujarnya di Cawang, dikutip dari Tribunnews, Rabu (17/1/2018).

“Makanya teman-teman tanyakan ini bagaimana? Kalau saya, saya cincang-cincang. Kenapa? Itu pengkhianat negara loh. Jangan main-main. Dia aparat negara, tetapi mengkhianati negara,” imbuhnya dikutip dari Kompas, Senin (5/3/2018).

Sejak menjabat sebagai Kepala BNN tahun 2015 lalu, Buwas sudah mengkritik sistem pengawasan di lapas narkoba. Ia juga sempat mengusulkan agar lapas narkoba dijaga oleh buaya.

Belum lama ini, Polda Riau juga menangkap oknum petugas lapas yang kongkalikong dengan narapidana narkoba. Di Aceh pun dua orang petugas lapas juga membiarkan dua narkoba untuk keluar lapas.

“Ini kejahatan yang besar dan luar biasa. Harusnya tidak ada ampun. Orang-orang begitu jangan dipecat, enak dia. Dipindahlah (mutasi), apalagi,” kata Buwas.

Di akhir konferensi pers, ia berharap agar BNN di bawah Irjen (Pol) Heru Winarko tetap tegas kepada para bandar narkoba. Sebab, pada 2017 saja, lebih dari 90 persen kasus narkoba yang ditangani oleh BNN ternyata dikendalikan oleh narapidana narkoba di balik penjara.