Arwah Korban Datang Hingga Pengakuan Mengejutkan, Ini Fakta Terbaru Didik Si Pengecor Mayat


SURATKABAR.ID – Belum hilang dari ingatan, kasus pengecoran mayat seorang wanita cantik Fitri Anggraini (24) yang ditemukan terbujur kaku di dalam bak kamar mandi kediaman pria bernama Didik Ponco (28) di Desa Puguh Boja, Kendal, Jawa Tengah pada Jumat (23/2) pekan lalu.

Usai ditetapkan sebagai tersangka pemeriksaan oleh kepolisian Kendal, Didik ternyata masih menyimpan rahasia di balik aksi kejamnya tersebut. Dan sebanyak 7 fakta mengerikan itu terkuak dari pengakuan terbaru si tersangka, seperti yang dilansir Grid.ID dari laman Kompas.com.

Aksi Didasari Sakit Hati

Pada saat dikeluarkan dari tahanan Mapolres Kendal dan dibawa ke ruang pemeriksaan, pria yang memiliki tubuh tegap berkulit hitam ini mengaku melakukannya karena sakit hati. “Dia mengatakan, kalau saya hanya modal kelanin saja,” tukas Didik, Kamis (1/3), dikutip dari Grid.ID, Kamis (1/3/2018).

Keduanya Punya Hubungan Rahasia

Diakui oleh Didik, bahwa Fitri yang tinggal di Margosari, Limbangan, Kendal tersebut merupakan kekasih gelapnya. Hubungan rahasia tersebut sudah terjalin sejak empat bulan lamanya. “Istri saya tidak tahu kalau saya pacaran,” tutur Didik yang mengenal Fitri lantaran ia merupakan teman kerja istrinya.

Sering Berhubungan Badan

Empat bulan lamanya menjalin hubungan gelap, Fitri dan Didik kerap melampiaskan nafsunya ketika istri tersangka sedang bekerja. “Istri saya sedang kerja ketika saya melakukan perbuatan intim dengan dia di rumah. Setelah itu, saya bumuh dia di kamar mandi dengan cara mencekik.”

Istri Didik Sempat Mencurigai Sesuatu

Usai menghabisi korban dan mendapatinya tak lagi bernapas, Didik mengaku kelabakan cemas aksinya diketahui tetangga. Ia kemudian mengubur mayat korban di dalam bak mandi. Dan untuk menghilangkan aroma tak sedap, Didik memutuskan mengecornya sebanyak 3 kali.

“Saya bunih dia hari Jumat (16/2). Minggunya (18/2), ketika istri saya pulang, sempat tanya kepada saya karena mencium bau tak sedap. Waktu itu, saya jawab bau itu dari batang tikus,” aku pria yang untuk menutupi hasil perbuatannya tersebut kembali mengecor mayat Fitri usai sepeninggal sang istri bekerja.

Terkuak Lantaran Aksi Pembegalan

Jika bukan karena pembegalan yang ia lakukan pada Jumat (23/2) pagi, maka kepolisian pun tidak akan menemukan mayat Fitri di dalam bak kamar mandi tersangka. “Jumat (23/2) sore, saya ditangkap di Boja karena kasus pembegalan pagi hari. Saat diperiksa, saya ketakutan dan mengakui semua perbuatan.”

Arwah Korban Datang Menghantui

Mendekam di balik jeruji besi tahanan Mapolres Kendal menjadi pengalaman mengerikan bagi Didik. Bukan karena dinginnya ruang penjara, melainkan arwah korban yang diakuinya datang untuk mengejar-ngejar dirinya. Hal tersebut membuat Didik sulit memejamkan mata.

Berdasarkan penuturan Kasatreskrim Polres Kendal AKP Aris Munandar, tersangka mengaku kerap didatangi arwah korban pada malam hari sehingga membuatnya memilih tidur berdesakan dengan tahanan lain. “Tiap malam, dia mengaku ditemui arwah korban,” kata AKP Aris Munandar.

Familier dengan Bilik Penjara

Berulang kali masuk penjara, tidak berhasil membuat Didik kapok melakukan kejahatan, mulai dari penggelapan hingga pembegalan. Dan akibat perbuatan menghabisi nyawa Fitri, Didik diancam pasal berlapis dengan ancaman hukuman maksimal seumur hidup. “Pelaku memang residivis,” jelas Aris.