Tak Hanya Bisa Hidup di Darat, Ikan Ini Bisa Menyeberang Jalan


SURATKABAR.ID – Tak banyak yang tahu, ada beberapa jenis ikan yang masih bisa tetap hidup meski tanpa air dalam jangka waktu tertentu. Yang menarik, mereka bahkan mempunyai sirip yang bisa digunakan di dua alam. Ya, mereka bahkan bisa berjalan dengan dibantu sirip mereka. Namun, adakah alasan ilmiah mengapa ikan-ikan tersebut keluar dari air?

Melansir reportase NationalGeographic.co.id, Sabtu (24/02/2018), diketahui bahwa beberapa ikan ini memang berjenis amfibi. Artinya, mereka biasanya bisa bertahan di luar air. Demikian seperti diterangkan oleh Andy Turko dari University of Guelph di Ontario, Kanada, melalui surat elektronik.

Keluar dari Air untuk Mendinginkan Tubuh

Turko juga terlibat dalam penulisan studi terbaru tentang Ikan Mangrove Rivulus (Kryotilebias marmoratus). Diketahui ikan ini dapat melompat ke darat ketika perairan tropis terlalu hangat.

Dengan menggunakan insangnya, ikan-ikan pada umumnya mengambil oksigen dari air. Namun pada beberapa jenis ikan lainnya seperti mangrove rivulus, mereka dapat beradaptasi sehingga ikan-ikan ini pun bisa menghirup udara.

“Mangrove rivulus memiliki kulit khusus yang dapat mengambil alih banyak fungsi insang, seperti menyeimbangkan kadar garam,” imbuh Turko.

Kulit super itu juga mempunyai pembuluh darah yang terletak hanya satu micron dari permukaan kulit. Dengan begitu, kulit super memungkinkan lebih banyak oksigen terserap ke dalam darah.

Di sisi lain, ada Ikan Lele Berjalan yang merupakan Asia Tenggara dan menginvasi Florida Selatan. Ikan ini mempunyai organ ekstra yang mendukung insangnya dan membantunya mengambil oksigen dalam udara.

Berjalan dengan Sirip

Ya, Anda tidak salah baca. Beberapa ikan memang bisa benar-benar berjalan.

“Setelah hujan badai besar, tak aneh melihat lele ini berjalan melintasi jalan,” ungkap seorang ahli ikan di Florida Museum of Natural History bernama George Burgess.

Ikan ini melenturkan badannya bolak-balik untuk bergerak. Sirip dada  mereka yang berduri memberikan pengaruh tambahan.

Belut memanjat naik ke bendungan serta menaklukkan hambatan lainnya sewaktu berjalan ke hulu. Mereka juga menghirup udara melalui kulitnya.

Lain lagi dengan cara Ikan Killifish. Ikan ini menggelepar dari satu tempat ke tempat lain di darat, meskipun gerakannya ini terlihat acak, “Mereka tahu apa yang mereka lakukan,” sahut Burgess.

Berdasarkan data dari studi terbaru, salah satu jenis Ikan Killifish yang disebut Mummichog menavigasi secara visual, melompat dan mengarahkan badannya ke air.

Berbeda dengan cara  Ikan Salamander Afrika Barat, mereka meniup ikan lain keluar dari air. Mereka mempunyai insang dan paru-paru primitif. Selama periode kering, hewan-hewan mengurung diri dalam kepompong berlendir, menggali ke dalam lumpur dan tertidur, kadang hingga beberapa tahun.

“Ketika hujan turun, ikan-ikan itu muncul kembali ke bumi, mereka terlihat seperti pistachio lumpur,” tutur Burgess.

Mengapa Ikan Menyeberangi Jalan?

Ikan meninggalkan air karena beberapa sebab. Contohnya, mereka bisa jadi menghindar dari predator dan lingkungan yang minim oksigen.

“Ikan gabus dan lele berjalan menuju “ladang  yang lebih hijau” untuk mencari pasangan, makanan, atau jika sumber air di kolam mereka mengering,” Burgess menerangkan.

Sedangkan spesies yang disebut Ikan Mata Empat memanjat ke lahan berlumpur Brasil guna memangsa serangga, sementara Ikan Grunion naik ke darat untuk bertelur di pantai California.