Dipukuli Warga, Orang Gila di Pondok Pesantren Darul Islah Ditahan


SURATKABAR.ID – Seorang pria dengan gerak-gerik aneh berbadan penuh tattoo dipukuli oleh warga sekitar Pondok Pesantren Darul Islah. Pria yang belakangan diketahui bernama Bastoni tersebut kini mendekam di tahanan Polsek Pancoran, Jakarta Selatan. Usai diperiksa kejiwaannya di RS Budhi Asih, Cawang, Bastoni harus menjalankan proses berikutnya. Menurut para warga, selain berlagak aneh, Bastoni berjalan mondar-mandir di depan gang Ponpes dan meneriaki orang-orang. Hal ini tak pelak menimbulkan keresahan.

Melansir laporan Republika.co.id, Sabtu (24/02/2018), Dasep Ismail yang merupakan adik ipar Bastoni sudah membesuk kakaknya di tahanan Polsek Pancoran. Berdasarkan keterangan dari aparat kepolisian, Minggu (25/02/2018) besok Bastoni masih harus menjalani penanganan dokter.

“Semalam saya ke sana, hari ini ke RS Budhi Asih. Besok terakhir, diberi keterangan resmi apa kakak saya mesti ke RS Jiwa Grogol atau dipulangkan,” papar Dasep saat dihubungi tim wartawan pada Sabtu (24/02/2018).

Diketahui, Bastoni (34 tahun) merupakan warga Menteng Dalam, Tebet. Ia ditangkap warga sekitar Pondok Pesantren Darul Islah, Jalan Buncit Raya, Kalibata, Jakarta Selatan pada Kamis (22/02/2018) dini hari karena berlagak aneh dan mondar-mandir di depan gang Ponpes sambil meneriaki semua orang yang berjalan di hadapannya.

Menurut penuturan adik ipar Bastoni, Dasep Ismail, diakui bahwa sejak 2016 kakaknya telah mengalami gangguan jiwa dan stress berat. Bastoni sendiri belum berkeluarga dan tinggal bersama ibunya. Sejak dulu, sudah beberapa kali Dasep dan keluarganya berusaha membawa Bastoni ke berbagai pengobatan. Hingga pada akhirnya ia dibawa ke RS Budhi Asih untuk mendapatkan pengobatan rutin setiap dua minggu sekali.

“Ya dapet obat, diminum, kalau nggak minum, kumat teriak-teriak sendiri. Kalau nggak minum, juga bisa nggak pulang sehari. Yang kali ini dua hari nggak pulang, dapat kabar ditahan, ibunya nangis-nangis,” tukas Dasep.

Karena Marak Kabar Ulama Diserang Orang Gila

Sementara itu, Saripuddin selaku Ketua RT 5 sekitar Ponpes mengungkapkan, warganya tak dapat menahan emosi sehingga akhirnya main hakim sendiri dengan mengepung dan memukuli Bastoni. Pasalnya, dari isu yang terkemuka belakangan ini, santer beredar kabar bahwa ulama dan tokoh agama kerap diserang orang gila. Oleh karena itulah warga jadi panik dan memukulinya.

“Banyak juga berita hoax. Saya harap warga saya, bisa memilah-milah. Dan peran media juga kalau memberi judul jangan berlebihan, hal itu bisa membuat panik pembaca,” tandas Saripuddin di kediamannya pada Jumat (23/02/2018).

Beralih ke aparat kepolisian, Kapolres Jakarta Selatan Kombes Mardiaz Kusni Dwihananto akan merilis hasil observasi kedokteran RS Budhi Asih pada Senin (26/02/2018) mendatang.

“Senin rencana kita rilis setelah ada hasil observasi dari dokter dan pemeriksaan keluarga sebagai saksi bahwa dia kelainan jiwa,” imbuh Mardiaz melalui pesan singkat kepada wartawan pada Sabtu (23/02/2018).

Penangkapan OTD yang Mengaku Simpatisan PKI

Sebelumnya, seperti dilansir laporan Okezone.com, insiden serupa juga terjadi tak jauh dari lokasi pondok pesantren. Orang tak dikenal (OTD) yang mengaku simpatisan Partai Komunis Indonesia (PKI) juga diciduk oleh warga Jalan Buncit Raya, gang Kalibata Pulo, Pancoran.

Dituturkan seorang warga bernama Zaki yang saat itu berada di lokasi, awalnya pria bertato yang diduga mengaku sebagai simpatisan PKI itu ditemani dua orang temannya.

“Saya lihat dia awalnya bonceng tiga, kemudian dia diturunkan,” ungkap Zaki pada Kamis (23/02/2018).

Turun dari motor, pemuda itu nongkrong di dekat rumah seorang ustadz yang kebetulan tak jauh dari Pondok Pesantren Darul Islah. Melihat gelagat yang tak jelas itu, warga yang jadi curiga kemudian mendatangi pemuda bertato tersebut.

“Karena warga curiga, kita langsung hampiri dia kemudian menanyakan keperluannya, bukannya dijawab dia malah nantangin warga,” tambah Zaki.

Tak hanya menantang warga, pemuda itu juga malah kabur sambil berteriak ‘Saya orang PKI’. Kejar-kejaran pun tak terelakkan, hingga pada akhirnya tertangkap juga.

“Setelah nantangin, dia kabur dan akhirnya ketangkap juga, dia berlagak gila,” tambah Zaki.

Warga yang emosi kemudian menginterogasi. Beberapa orang juga menampar wajah pemuda tak dikenal tersebut.