Jadi Kuliner Lezat di Solo, Ternyata Konsumsi Daging Anjing Sangat Berbahaya

SURATKABAR.IDSebanyak 1.200 anjing dibunuh setiap harinya di Kota Solo untuk dikonsumsi. Bahkan santapan yang disebut dengan sate jamu ini disajikan di warung-warung kaki lima dan sangat mudah ditemui di kota kelahiran Presiden Joko Widodo (Jokowi) tersebut.

Ketua Dog Friends Surakarta Fredy Irawan menyebut daging anjing itu dijadikan santapan di 136 warung yang ada di Solo. Hal yang menyedihkan adalah praktik-praktik tersebut dilakukan dengan kejam. Seringkali anjing tidak dipotong atau disembelih, melainkan dicekik atau ditenggelamkan hingga mati.

“Ini penyiksaan. Sebab, pelanggan yakin, daging anjing jauh lebih nikmat jika darah anjing tidak mengalir saat hewan itu dibunuh,” jelas Fredy seperti yang dilansir dari Kompas.com, Kamis (22/2/2018).

Faktanya, bukan hanya Solo yang menjadikan anjing sebagai santapan. Kota-kota lain seperti Medan dan Bali juga memiliki warung-warung yang menyajikan daging anjing. Meski tak sebanyak yang ada di Kota Solo.

Perhatian pun kini berpusat pada perdebatan tentang praktik makan daging anjing. Lagipula, kekhawatiran juga muncul tentang ancaman penyakit yang bisa diderita oleh para penikmat daging anjing. Salah satu bahaya besar mengonsumsi daging guguk ini adalah berisiko terkena rabies.

Risiko tinggi terserang rabies ketika anjing yang masih hidup tidak divaksinasi. Sementara itu, usaha Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk mencegah rabies dengan melakukan vaksinasi tak sebanding dengan laju perdagangan anjing yang melintasi perbatasan internasional. Di Filipina saja sekitar 10.000 ekor anjing dan 300 orang mati karena rabies.

Di tahun 2008 saja, 20 persen anjing di penjagalan hewan di Hoai Duc, Vietnam terjangkit rabies. Hal ini menjadi bukti bawa penyakit mematikan ini bisa menyebar dengan sangat mudah. Penyakit lain pun juga bisa diderita oleh para konsumen daging anjing.

Mereka kemungkinan mengalami infeksi parasit pada daging anjing seperti E.coli dan salmonella. Bakteri lain yang membahayakan juga ada antara lain antraks, brucellosis, hepatitis dan leptospirosis. Semua itu menyebar dari daging anjing yang dikonsumsi. Orang yang terjangkit bisa mengalami radang pembuluh darah dan kelemahan otot parah.