Jokowi Gelontorkan Dana Rp 1,5 T Untuk Selamatkan Sungai Citarium


    SURATKABAR.ID – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak semua pihak membantu merehabilitasi daerah aliran sungai (DAS) Citarium. Presiden yakin sungai yang dianggap terkotor d dunia itu masih dapat diselamatkan. Upaya untuk kembali menjernihkan sungai Citarium seperti dulu agar dapat menjadi sumber air minum dalam tujuh tahun kedepan.

    Sungai Citarium memang sudah terlalu lama tidak diurus. Namun, Jokowi sudah berkomitmen menjadikan bulan ini sebagai momentum untuk memulai pekerjaan besar membenahi Citarium, dikutip dari metronews.com

    Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah menyelesaikan pembangunan infrastruktur sebagai pengendali banjir sungai Citarium hulu dengan anggaran Rp 1,59 triliun. Ada Sembilan proyek yang telah dimulai konstruksinya sejak 2015 dan akan selesai pada tahun 2018 dan 2019.

    Pembangunan infastruktur pengendali banjir tersebut merupakan dukungan Kementerian PUPR terhadap revitalisasi sungai Citarium yang menjadi program pemerintahan Presiden Jokowi dan Jusuf Kalla.

    “Sudah kita hitung bahwa pekerjaan besar dari hulu, tengah, sampai hilir akan diselesaikan InshaAllah dalam 7 tahun,” ujar Jokowi, Jumat (23/2/2018) dikutip dari keterangan resmi yang diterima detikFinance.com

    Dilakukan normalisasi sungai Citarium hulu (2017-2019) dengan anggaran Rp 78 miliar, pembangunan floodway Cisangkuy paket l dan ll (2015-2019) dengan anggaran Rp 311 miliar dan Rp 320 miliar.

    Pembangunan Embung Gedebage di Kota Bandung dengan anggaran Rp 85,48 miliar yang akan selesai tahun ini. Infrastruktur pengendali bajir lainnya yang dibangun adalah Kolam Retensi Cieuntung (2015-2018) dengan anggaran Rp 203,83 miliar.

    Kementerian PUPR juga tengah menyelesaikan pembangunan terowongan hidraulik Nanjung di Desa Nanjung, Kabupaten Bandung yang dikerjakan sejak 2017 dan ditargetkan rampung pada tahun 2019. Dengan panjang terowongan mencapai 2×230 meter yang berfungsi untuk mengurangi durasi dan tinggi genangan banjir ini membutuhkan biaya sebesar Rp 352 miliar.

    Citarum merupakan salah satu sungai yang penting, mengingat nilai ekonomi, sejarah, hingga sosial yang tinggi. Sungai ini merupakan sumber air bagi 27,5 juta penduduk Jawa Barat dan DKI Jakarta.