Imbau yang Masih Benci Anies-Sandi, Jimly Asshiddiqie: Ini Tidak Sehat, Harus Move On


    SURATKABAR.ID – Jimly Asshiddiqie yang merupakan Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) menilai budaya politik di Indonesia belum sepenuhnya mempraktekkan sifat demokrasi. Menurutnya, hal ini tampak dari sikap sebagian masyarakat yang masih belum mampu menerima kemenangan pemimpin yang terpilih saat ini. Oleh sebab itu, pihaknya mengimbau agar warga masyarakat bisa segera move on.

    Seperti dikutip dari reportase Republika.co.id, Jumat (23/02/2018), ICMI berpendapat bahwa momentum pesta demokrasi merupakan permainan kehidupan berpolitik. Dengan demikian, tak perlu menanggapi terlalu serius jika ada permasalahan atau kasus tertentu yang ternyata terjadi tak sesuai ekspektasi.

    Pilkada ini memainkan kehidupan. Jangan terlalu serius. Kalau gagal, jangan kecewa berlama. Karena harus dipahami permainan bernegara. Maksud saya dalam hal positif, cara kita memilih pemimpin,” demikian Jimly memaparkan di Jakarta, Jumat (23/02/2018).

    Sebagai contoh, Jimly menambahkan, masih ada sebagian masyarakat yang belum menerima kemenangan pasangan gubernur Anies Rasyid Baswaden dan Sandiaga Salahuddin Uno. Akibatnya, terjadilah konflik SARA di tengah masyarakat yang terpicu.

    Persatukan Kembali Warga

    “Siapapun terpilih, supaya didekati (warga masyarakatnya) jangan sampai tidak move on. Masih banyak yang benci terhadap Anies-Uno. Ini tidak sehat, karena sudah selesai. Harus move on, karena sudah menjadi gubernur; walaupun tidak puas… (Pemimpin) bukan hanya terima kasih terhadap pemilihnya, tetapi yang bukan pemilihnya,” terangnya.

    Ia melanjutkan, saat ini, budaya politik yang terjadi di Indonesia ibaratnya sebuah kerajaan. Oleh sebab itu, Jimly mengajak kepala daerah yang terpilih untuk bisa merangkul kelompok yang tidak memilih mereka saat Pilkada lalu.

    “Ini budaya karena politik kita ini belum demokrasi, bagian besar kelakuan kerajaan. Demokrasi itu baru ide dilembagakan, tapi kelakuan feodal. Saya mengajak juga (kepada) kepala daerah setelah dilantik, segera merangkul kelompok yang tidak memilih, supaya mempersatukan kembali,” ucap Jimly.

    Sebelumnya, mengutip Tribunnews.com, Jumat (23/02/2018), 100 hari kepemimpinan Anies-Sandi sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta menuai berbagai komentar dari banyak pihak. Pro dan kontra mewarnai pelaksanaan berbagai program dan janji kampanye untuk Jakarta yang lebih baik yang dicanangkan oleh pasangan politik ini.

    Diketahui, Anies-Sandi juga meluncurkan beberapa inovasi teknologi terbaru demi memudahkan dan menyejahterakan warga ibukota. Melalui Twitter, netizen memberikan tanggapan 100 hari kepemimpinan Anies-Sandi dengan menuturkan opininya. Berikut adalah beberapa diantaranya:

    Netizen yang Puas:

    @Mark***Suspend: “Dibandingkan sama si nganu, lebih baik anis sandi, singanu ga ada yg terealisasi janjinya alias buruk, anis sandi udh ketahuan mulai di realisasikan janjinya, janjinya singanu biar becak beroperasi anis sandi yg nepatin.”

    @Syariff2***8536: “Puas, baru 100 hari banyak janji yg mulai ditepati, semoga Allah beri kemudahan dan perlindungan gubernur dan wakilnya dalan menjalankan amanah. Aamiin.”

    @Ari***eni: “Untuk seratus hari sangat puas. Mrk mencoba menepati janji kampanye. Itu adalah hutang hingga ajal Puas pula kebijakannya memihak wong cilik. Puas juga berani menghentikan reklamasi. Alias proyek penuh kolusi dan korupsi. Puas rumah dp o% terealisasi. Puas ada yg iris kuping.”

    Netizen yang Tidak Puas:

    @Do***ila: “Mari objektif, kebijakan nya cenderung terburu2. Terkesan ga ada kajian nya, cth plg simple: Tanah Abang. Kebijakan itu merugikan 3 pihak: supir, pedagang blok G, & masyarakat sekitar. Menguntungkan hanya pdgg kaki lima.. Artinya ga menyelesaikan masalah, mlh bikin masalah baru.”

    @derri***oth: “krn gw nyari makan di Jkt, gw ikutan. Ga puas. Kerjanya cuman utk justify janji kampanye yg muluk2 doang. Hasilnya? Maksa. Mana ga tau malu lagi. Rusunawa jd rumah lapis. Rumah DP0% jd rusun (rmh lapis) DP Rp 0. Tanah abang.. tp motor masuk thamrin boljug tuh. Itu doang.”

    @bes***tia: Tidak puas. Banyak program yg justru makin memperburuk kondisi yg sebelumnya sudah baik. Program yg hanya pikirkan jangka pendek tapi bukan perbaikan utk jangka panjang.”