Pemerintah Filipina Bakal Belajar Mengenai Pendidikan Islam di Indonesia

SURATKABAR.IDFilipina mengumumkan bahwa mereka akan bekerja sama dengan Indonesia untuk meningkatkan pendidikan Agama Islam di sana.

Hal ini juga sebagai upaya untuk melawan ektremisme religius setelah penjajahan yang terjadi di Kota Marawi yang dilakukan oleh ekstremis Muslim atau yang dikenal dengan ISIS tahun lalu. Kini, Kota Marawi telah diyakini bebas dari ISIS setelah pertempuran panjang dengan pasukan militer Filipina sejak Mei 2017.

Militer Filipina berhasil menduduki bangunan yang diyakini sebagai pertahanan ISIS terakhir. Perang antara militer dengan para teroris ini menyebabkan kerugian besar baik secara materil maupun immateril.

Kini Filipina, khususnya Kota Marawi tengah berbenah untuk mengubah negara mereka atau bahkan dunia dengan melakukan pencegahan agar warganya tidak menjadi seorang ekstremis. Department of Foreign Affairs (DFA) mengatakan bahwa Indonesia telah menawarkan pembelajaran terbaik dalam pendidikan Islam.

Alan Peter Cayetano, selaku Foreign Secretary, menyebut bahwa Indonesia merupakan salah satu model dalam hal pendidikan Islam yang bisa dipertimbangkan oleh Filipina dan negara-negara lain di kawasan Asia Tenggara.

Di samping pendidikan, rupanya Indonesia dan Filipina juga akan bekerja sama untuk hal lain dan masih berhubungan dengan pemberian ilmu tentang Islam dengan tepat.

“Teman-teman dari Indonesia tidak ingin lagi menyaksikan Marawi-Marawi lainnya. Oleh karena itu, mereka menawarkan untuk membantu kita melawan radikalisasi melalui pendidikan,” kata Cayetano, dilansir dari The Jakarta Post, Minggu (7/1/2018).

Dengan begitu, hal-hal yang berbau kekerasan dengan mengatasnamakan agama akan semakin berkurang dan kita bisa hidup dengan damai sesama makhluk beragama.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementrian Agama Republik Indonesia, Kamaruddin Amin  pada acara Workshop Kerjasama Bidang Pendidikan Islam Indonesia-Filipina menyatakan bahwa Indonesia siap bekerjasama dengan Filipina.

“Indonesia siap bekerjasama untuk mendiseminasikan pendidikan Islam moderat ke Filipina. Indonesia memiliki potensi dan modal yang besar dalam pendidikan Islam untuk mewujudkan Islam moderat,” kata Kamaruddin di acara tersebut, dikutip dari kemenag.go.id, Senin (19/2/2018).

Ia menegaskan bahwa Indonesia memiliki modal yang besar untuk menjalin kerjama itu guna mewujudkan Islam yang rahmatan lil `alamin.

“Kementerian Agama memiliki aset pendidikan Islam yang kuat dan banyak. Ada madrasah, sekolah bercirikan agama Islam, madrasah diniyyah, pondok pesantren, perguruan tinggi keagamaan Islam dan program pendidikan agama Islam di sekolah,” jelas Kamaruddin.