Tim Peneliti NASA Ungkap Laut Purba di Mars Simpan Petunjuk Asal Mula Kehidupan di Bumi


SURATKABAR.ID – Sebagai planet kedua yang terkecil diantara tata surya, Planet Mars yang kita kenal saat ini tampak seperti dunia yang kering dan tandus. Namun siapa sangka jika di zaman purba, planet merah ini pernah mempunyai lautan luas yang memberikan petunjuk tentang asal mula kehidupan di Bumi.

Melansir laporan NationalGeographic.co.id, Kamis (22/02/2018), wahana antariksa Mars Reconnaissance Orbiter (MRO) milik NASA baru-baru ini berhasil mengidentifikasi deposit hidrotermal purba di Basin Eridania yang berada di wilayah selatan Mars. Sederhananya, sisa-sisa laut purba berusia 3,7 juta tahun di Mars memberikan lebih banyak petunjuk mengenai asal mula kehidupan.

Deposit ini menunjukkan bahwa dulunya di zamna purbakala, cekungan ini berupa laut yang berisi mata air panas dengan bebatuan yang memiliki berbagai kandungan mineral.

Menurut perkiraan tim ilmuwan, Laut Purba Eridania bisa menampung sekitar 210.000 kmair. Jumlah ini setara dengan volume seluruh danau di Mars, atau sekitar 870 kali Danau Toba di Sumatera.

Para periset menuturkan, wilayah ini menyajikan petunjuk menarik terkait lautan dalam yang berumur panjang beserta lingkungan hidrotermal laut dalam. Rupanya, tak hanya menarik bagi eksplorasi Mars, deposito dasar laut Eridania juga merupakan jendela untuk menelusuri awal kehidupan tercipta di Bumi.

“Aktivitas vulkanik yang dikombinasikan dengan air yang menyembur memberikan kondisi yang kemungkinan serupa dengan kondisi yang ada di Bumi pada waktu yang hampir bersamaan, saat kehidupan awal berkembang di sini,” terang Paul Niles dari Johnson Space Center NASA di Houston, seperti dikutip dari DailyMail.co.uk.

Sedangkan, seperti yang kita ketahui, Mars saat ini tidak memiliki standing water alias air yang menyembur dari  permukaan tanah atau aktivitas gunung berapi.

Paul menambahkan, situs tersebut juga memberi kisah yang menarik terkait laut zaman purba yang dalam, berumur panjang serta bagaimana kondisi lingkungan hidrotermal laut dalam untuk dikuak bagi tim peneliti.

“Situs ini mengingatkan kita pada lingkungan hidrotermal laut dalam di Bumi, mirip dengan lingkungan tempat kehidupan mungkin ditemukan di dunia lain—kehidupan yang tak membutuhkan atmosfer atau permukaan bagus, melainkan hanya bebatuan, panas, dan air,” ungkap Paul Niles.

Data dari Mars Membantu Penelitian

 

Bagi para ilmuwan sendiri, penemuan ini menjadi sangat berharga ini karena aktivitas bawah laut semacam ini berada dalam kondisi buruk dan sulit dipelajari di Bumi. Sehingga lanskap Mars bisa mengisi beberapa kekosongan data dalam penelitian tersebut.

Berkat bantuan data dari Mars, kita bisa mengetahui lebih banyak tentang kebenaran asal mula kehidupan di Bumi—juga di Mars, Bulan dan planet lainnya di Tata Surya kita, seperti Bulan Enceladus di Saturnus.

Mars Reconnaissance Orbiter (MRO) milik NASA ini akan terus memantau Eridania serta melanjutkan eksplorasi guna mencari lebih banyak bukti terkait asal mula kehidupan di semesta.