Blak-blakan! Wanita Panggilan di Manado Akui Minum Ini Biar Kuat di Ranjang


SURATKABAR.ID – Prostitusi di Indonesia memang dilarang dan dianggap sebagai tindakan melawan hukum. Namun, bisnis ini masih menggeliat meski secara sembunyi-sembunyi.

Apalagi dengan adanya kemajuan teknologi. Bisnis ini seakan lebih mudah menemukan celah untuk terus berkembang di tengah masyarakat. Seperti pengakuan wanita panggilan bernama Jingga (26) yang tinggal di sebuah kelurahan di Kota Manado.

Untuk mendapatkan pelanggan, dia hanya memanfaatkan aplikasi BeeTalk. Meski baru setengah tahun menggunakan aplikasi ini, Jingga mengaku sangat mudah untuk mendapatkan pelanggan.

“Saya mengetahui caranya menggunakan BeeTalk dari teman-teman,” akunya, dilansir tribunnews.com, Kamis (22/2/2018).

Dia pun mempraktekkan caranya untuk mendapatkan pelanggan. Awalnya, ia akan menambahkan teman melalui aplikasi ini. Kemudian dilanjutkan dengan chat. Tak menunggu lama, satu pelanggan sudah didapatkannya.

Setelah itu, ia akan mengarahkan tamunya ke hotel tempat ia menginap di Kecamatan Malalayang. Jingga mengaku, ia sudah bekerja sama dengan petugas hotel. Tamu yang datang cukup mengatakan “sudah janjian”, petugas hotel pun sudah paham.

Wanita yang menawarkan tarif Rp 500 ribu sekali booking ini mengaku bisa melayani tiga tamu dalam sehari. Tapi, sekali main durasinya tak sampai setengah jam.

“Hari Minggu saya tidak melayani tamu. Saya luangkan waktu untuk jalan dengan teman, ataupun bersama dua orang anak saya,” lanjutnya.

Uang yang diperoleh dari hasil menjual diri ini menurut Jingga ia gunakan untuk membiayai kedua anaknya. Dia mengaku sudah pernah menikah tapi bercerai, sehingga harus membiayai kedua anaknya dengan keringatnya sendiri.

“Saya sudah pernah menikah tapi berpisah dengan suami. Saya memiliki dua orang anak,” akunya.

Saat bekerja, anaknya akan tinggal bersama tantenya. Tapi, pihak keluarga tak ada yang tahu bahwa dia melakoni pekerjaan ini. Sebab, ia lebih banyak menggaet pelanggan di siang hari.

“Dua anak saya tinggal di sana bersama tante saat saya bekerja. Kedua orangtua saya sudah meninggal. Keluarga saya yang lain tidak ada yang tahu pekerjaan ini. Yang mereka tahu saya bekerja di sebuah pusat perbelanjaan di Manado. Setiap hari jam 7 malam saya pulang ke rumah,” akunya.

Sementara itu, untuk menjaga kesehatan dan performanya di ranjang, Jingga mengaku selalu minum susu. “Kalau sakit tidak. Namun sering merasa lelah. Saya selalu minum susu,” lanjutnya.

Meski begitu, Jingga mengaku ingin keluar dari dunia hitam tersebut. Ia berharap pemerintah dapat memberikan bantuan pada para wanita seperti dirinya.

“Jika ada perhatian dari pemerintah saya akan berubah dan mencari pekerjaan lain. Kalau bantuan hanya Rp 2,5 juta itu tidak cukup untuk usaha. Kalau Rp 5 juta itu saya rasa cukup untuk saya membuka usaha,” pungkasnya.


BAGIKAN

Komentar

komentar


Terpopuler



Berita sebelumyaSri Mulyani Sepakat Pajak Mobil Sedan Dihapus
Berita berikutnyaAmien Rais Bandingkan Kasus Habib Rizieq dengan Bisnis Esek-Esek Alexis