Gara-gara Sebut Ahok Lebih Negarawan Dibanding Habib Rizieq, Faizal Assegaf Dicopot dari Presidium 212


SURATKABAR.ID – Usai melontarkan komentar yang membandingkan antara Basuki Tjahaja Purnaa atau Ahok dengan Habib Rizieq Shihab, Faizal Assegaf pun dinonaktifkan dari segala aktivitas organisasi Presidium Alumni 212.

Dilansir dari laman detik.com, pemberhentian Faizall itu diutarakan oleh juru bicara Presidium 212 Aminuddin pada Selasa (20/2/2018).

“Setelah mengamati dengan saksama berbagai pernyataan Saudara faizal Assegaf dan sesuai dengan pendapat mayoritas para pendiri Presidium 212, kami bersepakat menonaktifkan Faizal Assegaf dalam segala aktivitas yang dilakukan ataupun yang mengatasnamakan Presidium Alumni 212,” kata aminuddin.

Selain itu, pemberhentian Faizal juga secara resmi tertuang dlam surat peryataan sikap yang diterbitkan oleh Presidium Alumni 212. Surat resmi itu ditandatangani oleh Ketua Umum Habib Umar bin Al amid serta Sekjen Hasril Harahap.

Di dalam surat tersebut terdapat tiga poin pokok terkait pemberhentian Faizal dari segala aktivitas Presidium Alumni 212. Berikut adalah kutipan lengkap 3 poin surat Pernyataan Sikap Presidium 212 kepada Faizal Assegaf.

  1. Sesungguhnya Umat Islam Indonesia sangat merindukan Imam Besar Umat Islam Indonesia kembali ke tanah air dan kami senantiasa siap menyambut kedatangan Habibana Rizieq Shihab kapanpun waktunya tiba, karena kehadiran beliau sangat dibutuhkan untuk memimpin langsung proses kemenangan Politik, ekonomi dan penegakan keadilan bagi Umat Islam Indonesia.
  2. Kami sangat menyesalkan statement saudara Faizal Assegaf pada acara diskusi di Hotel D setia Budi yang ber tajuk : “ KEDATANGAN RIZIEQ DAN POTENSI GADUH DI TAHUN POLITIK “ dimana yang bersangkutan menyatakan bahwa dalam menghadapi masalah hukum Ahok lebih negarawan da lebih kesatria daripada Habib Rizieq Shihab.

Sesungguhnya membandingkan kasarnya kelakuan atau karekter ahok dengan kemuliaan Akhlak Imam Besar Umat Islam Indonesia Habibana Habib Rizieq Shihab adalah sebuah pendapat yang sangat tidak memiliki bobot intelektual bahkan dari sudut etika termasuk dalam kategori tidak beradab.

  1. Setelah mengamati dengan seksama berbagai pernyataan saudara Faizal Assegaf dan sesuai denga pendapat mayoritas para pendiri Presidium Alumni 212, kami bersepakat untuk menonaktifkan Faizal Assegaf dalam segala aktivitas yang dilakukan ataupun yang mengatas namakan Presidium Alumni 212.