Listrik Hanya Nyala 12 Jam, Warga Daerah Perbatasan Nunukan Tuntut Janji Menteri BUMN


SURATKABAR.ID – Pada Januari 2017 silam, Menteri BUMN pernah melakukan kunjungan ke wilayah perbatasan dan memberi janji untuk memberi akses listrik selama 24 jam nonstop. Kini, warga di wilayah perbatasan Kecamatan Krayan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, tengah menuntut hal itu.

Seperti diberitakan laman kompas.com, Selasa (20/2/2018), Camat Krayan Induk Helmi Pudaslikar menyebut bahwa warga di daerahnya hanya menikmati listik 12 jam saja. yakni, mulai pukul 18.00 hingga pukul 06.00 pagi saja.

Oleh karena itulah, ucap Helmi, masyarakat menuntut PLN memberi layanan selama 24 jam karena kebutuhan listrik untuk sekolah dan rumah sakit sudah tidak bisa ditawar-tawar lagi.

“Sekolah sekarang pakai komputer, puskesmas juga butuh listrik. Kemarin kejadian pasien tidak bisa ditangani karena peralatan puskesmas tidak ada listrik,” papar Helmi.

Helmi menjelaskan, kondisi tersebut seharusnya tidak terjadi mengingat pembangkit listrik tenaga diesel yang dimiliki PLN itu seharusnya bisa melayani selama 24 jam sebab daya yang digunakan sekarang hanya 800 kilowatt dari kemampuan mesin sebesar 800 kw.

Kemudian, warga pun kini menuntut juga tambahan listrik baru yang untuk disalurkan ke wilayah terpencil di perbatasan.

“Kita tuntut adanya sambungan baru ke desa-desa karena listrik kita sebenarnya cukup. Empat buah mesin dayanya itu 800 kw, yang terpakai sekarang ini dengan nyala 12 am itu hanya 180 kw. Masih ada daya 620 kw,” kata Helmi.

PLN di Kecamatan Krayan sendiri, lanjut Helmi, sebelumnya enggan melayani warga di sana untuk 24 jam karena katanya disebabkan ileh keterbatasan ketersediaan BBM. Padahal, pemerintah sudah mengupayakan untuk mengatasi BBM yang sulit di sana dengan melakukan kerja sama dengan perusahaan minyak asal Malaysia, Petronas.

“Saya sempat kontak ke pihak Patra Niaga (perusahaan pengimpor BBM) tempo hari, kenapa ini kok tersendat-sendat masuknya? Alasannya serapan, kalau PLN kemudian mau 24 jam, dia akan drop lagi BBM-nya,” ujar Helmi.

Masih dikutip dari kompas.com, dilaporkan bahwa semua kepala adat Dayak Lubesar Dayak Lundayeh Krayan bersama warga turun ke jalan melakukan demontrasi menuntut PLN memberikan layanan 24 jam sesuai janji Menteri BUMN pada Senin (19/2/2018) siang. PLN pun melakukan uji coba dengan memberi layanan 24 jam untuk warga Krayan selama semnggu ke depan.