Pria yang Bikin Hoax Orang Gila PKI Serang Pesantren Akhirnya Minta Maaf


SURATKABAR.ID – Seorang pria berinisial FF warga Desa Tegal, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat yang harus berurusan dengan aparat Polsek Kemang, Polres Bogor. Ini dikarenakan pria yang bersangkutan telah membuat status bohongan alias hoax yang bermuatan unggahan foto di salah satu grup United Muslim Ciber Crime.

Melansir laporan Liputan6.com, Minggu (18/02/2018), berikut adalah status hoax yang ditulis FF:

Kemarin sore ponpes riyadul ibtidha tepatnya kp nagrog desa tegal kecamatan kemang didatangi orang gila yang mengenduk enduk masuk ke ponpes kami. Ketika diintrograsi orang yang disangka ‘gila’ bisa menjawab pertanyaan kami (santri) dengan pasih. Bahkan si gila meminta ampun ke para santri sambil menangis.

Bahkan dua hari sebelumnya di kampung sebelah orang tersebut terciduk ada di lingkungan ponpes lain dengan aktivitas yang sama!!

Untuk saat ini orang tsb sudah diamankan pihak warga setempat dan tidak dititipkan ke polisi khawatir polisi melindungi dan menutup akses untuk para santri menggali informasi tentang orang tsb.

Untuk saudaraku semua keadaan ini sudah menjadi genting dan mengkhawatirkan. Sudah saatnya kita waspada dan agar mengsiapkan peralatan senjata dirumah masing-masing karena bisa jadi kita menjadi target operasi para PKI“.

Tak pelak, unggahan FF ini langsung mendapat respons dari sejumlah netizen. Mendapati adanya postingan seperti itu, kepolisian pun tak tinggal diam dan langsung bergerak mengecek kebenaran informasi yang diunggah FF. Namun belakangan, setelah dicek kebenarannya, diketahui bahwa kabar yang disebarkannya itu hanyalah kebohongan belaka alias hoax.

Dengan tegas Kapolsek Kemang Kompol Ade Yusuf Hidayat menandaskan, tulisan yang diposting FF soal PKI itu bohong alias hoax. Bersama Ketua MUI Kemang, pihak kepolisian juga sudah mengecek ke Ponpes tersebut.

“Bahkan pimpinan Ponpes itu pun menyatakan tidak benar. Semua baik-baik saja,” ujar Ade, saat di konfirmasi pada Sabtu (17/02/2018).

Tetap Diproses karena Melanggar UU ITE

Pada Jumat pagi, FF sudah mengirim rekaman video berupa klarifikasi dan permohonan maafnya terkait unggahan tersebut, selain menyatakan bahwa info itu tak benar adanya.

Video yang dikirimkan FF itu ditujukan kepada kepolisian, MUI, dan Ponpes Riyadul Ibtidha. Permohonan maaf berupa tulisan juga diposting di akun media sosial Facebook kepunyaannya.

Meski begitu, pihak kepolisian tetap akan memproses hukum terkait postingan FF itu. Ini dikarenakan FF sudah menyebar berita bohong dan tentunya melanggar UU ITE.

“Kami akan panggil dan BAP. Saat ini orangnya masih di luar kota. Kami akan panggil beliau,” tutur Ade.

Adapun Ustaz Miftahufin yang merupakan Pimpinan Pondok Pesantren Riyadul Ibtidha menyebutkan, postingan FF mengenai Ponpesnya didatangi orang gila yang dicurigai penganut paham PKI sangat tidak benar dan mengada-ada.

“Sejauh ini kondisi dan situasi di pesantren aman dan kondusif. Tidak ada orang gila yang dicurigai bahkan sampai menangkapnya,” tegas Miftahufin memungkasi.