Dengar Pidato PKS Tentang Jokowi, Fahri Hamzah Malu. Kenapa?


Foto: Tempo

SURATKABAR.ID – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Fahri Hamzah mengungkap ia merasa malu usai mendengar pidato Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman. Atas pikirannya itu Fahri menuangkannya melalui akun Twitter @Fahrihamzah pada Sabtu (17/2/2018) pagi.

“Saya pagi2 beristigfar kepada Allah, malu mendengar pidato presiden partai yang saya banggakan seperti ini. Nampak sekali pandangannya materialistis. Politik tidak dilihat dengan Bashirah, mata batin yang tenang dan berwibawa. Astagfirullah…. #KaderSedih,” tulis Fahri.

Cuitannya tersebut berkomentar atas pidato Sohibul Iman yang ada dalam rekaman video Youtube tentang calon presiden 2019. Menurut Sohibul, belakangan ini muncul dua tokoh capres 2019, yaitu Presiden Joko Widodo alias Jokowi dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

Lalu, ada pula nama anak sulung dari Susilo Bambang Yudhoyono, yakni Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY yang masuk ke dalam sejumlah lembaga survei belakangan ini.

“Kalau yang dua (Jokowi dan Prabowo) sudah pasti targetnya capres. Kalau AHY ini memang kalau mujur ingin jadi capres tapi setidak-tidaknya jadi cawapres (calon wakil presiden) lah,” ujar Sohibul, seperti dikutip dari Tempo.co.

Usai membahas tentang capres 2019, Sohibul juga menyinggung soal dukungan PKS terhadap Jokowi. Menurut pemaparan Sohibul, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang menjadi partai pengusung Jokowi, kini tengah mencari cawapres yang akan mendampingi Jokowi.

Ia pun mengklaim bahwa ada beberapa orang yang telah mengantre untuk digandeng oleh Jokowi. Menurut koran Harian Terbit, Sohibul mengatakan, sejumlah 17 orang mengantre untuk jadi pendamping Jokowi.

Jumlah cawapres pun bertambah jika PKS ikut menyodorkan nama untuk mantan Gubernur DKI Jakarta itu. “Nah kalau kita masuk jadi cawapres-nya pak Jokowi, kita berarti di urutan ke-18. Tapi jangan pesimis. Siapa tau pak Jokowi melihat ini PKS kayaknya potensial paling atas,” katanya.

Fahri Hamzah ialah mantan politikus dari PKS. Fahri pun dipecat dari PKS berdasarkan pada surat keputusan yang bernomor 463/SKEP/DPP-PKS/1437 pada 1 April 2016. Penyebab pemecatan tersebut karena Fahri dianggap telah melanggar peraturan partai.

Salah satu dari pelanggaran tersebut terkait dengan pernyataan Fahri yang telah dinilai berlebihan untuk membela Setya Novanto ketika mantan Ketua DPR itu terjerat kasus Papa Minta Saham.

Akan tetapi, Fahri tidak terima atas pemecatan dirinya sehingga menggugat PKS ke pengadilan dan akhirnya dimenangkan. Kini, PKS sedang mengajukan upaya kasasi kepada Mahkamah Agung.


BAGIKAN

Komentar

komentar


Terpopuler



Berita sebelumyaPendiri Presidium 212 Berharap Habib Rizieq Tiru Sikap Ahok
Berita berikutnyaMuhaimin Geram Atas Beredarnya Video Lawas, Khofifah: Mungkin Mas Imin Lagi Panik