7 Tokoh Muda yang Disinyalir Akan Dampingi Jokowi di Pilpres 2019, Siapa yang Paling Potensial?


 

SURATKABAR.ID – Pernyataan mengejutkan terlontar dari Wakil Presiden Republik Indonesia, Jusuf Kalla (JK). Ia menyebutkan, dirinya tak akan maju lagi ke kompetisi Pilpres 2019. JK yang juga dikenal sebagai Politikus Partai Golkar ini memutuskan untuk menjadi pendukung pencalonan kembali Joko Widodo (Jokowi) sebagai calon presiden untuk kali kedua saja.

Oleh sebab itu, JK tetap mendukung Jokowi dengan menyarankan tokoh yang tepat untuk mendampingi Jokowi di Pilpres 2019 mendatang. Ia juga berharap agar tokoh selanjutnya yang akan mendampingi Jokowi ini merupakan tokoh-tokoh muda. Hal ini dikarenakan menurut penilaiannya, Jokowi sendiri pun masih relatif muda. Demikian seperti dikutip dari reportase Okezone.com, Jumat (16/02/2018).

Pangi Chaniago selaku pengamat politik berpendapat, ada banyak nama yang disinyalir dapat membantu Jokowi di Pilpres 2019. Bahkan, bisa dibilang bahwa semua orang sedang mengemis kepada mantan Wali Kota Solo itu untuk menjadi pendampingnya. Namun demikian, Jokowi pun harus memilih pendampingnya dengan tepat—baik itu dari segi latar belakang politikus, pengusaha, dan faktor penting lainnya.

Dari sekian nama yang potensial, berikut adalah deretan tokoh muda Indonesia yang diprediksi akan bersaing merebut hati Jokowi untuk mendampinginya di Pilpres 2019.

  1. Muhammad Romahurmuziy (Romi)

Ketua Umum PPP ini disinyalir merupakan salah satu calon yang berkemungkinan mendampingi Jokowi di Pilpres 2019. Ini dikarenakan parpol yang dinahkodainya berlatar belakang partai Islam.

Belakangan, saat Presiden Jokowi menghadiri pondok pesantren Salafiyah Safiiyah Sukerejo, Situbondo, Jawa Timur, tampak ikut serta Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhammad Romahurmuziy (Romi) mendampingi seharian penuh kegiatan kerjanya.

Kedekatan mereka praktis langsung menghebohkan publik. Terlebih, keakraban keduanya tampak jelas sewaktu mereka berada dalam satu pesawat bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo—yang duduknya pun saling berdekatan.

  1. Muhaimin Iskandar (Cak Imin)

Cak Imin dinilai sebagai salah satu kriteria calon yang cukup bisa mewakili kaum muslimin. Ini dikarenakan Ketua Umum PKB ini mempunyai kedekatan dengan para santri. Dengan demikian, ungkapan bahwa Jokowi pendukung China itu tidak benar.

Belakangan, Jokowi mengajak Cak Imin meresmikan proyek kereta cepat Bandara Soekarno Hatta. Disitu, tampak Cak Imin dan Jokowi sangat akrab sekali dan satu deretan kursi ketika di dalam kereta.

  1. Jenderal Gatot Nurmantyo

Sudah tak diragukan lagi, betapa sosok yang satu ini juga memiliki elektabilitas cukup tinggi untuk jadi pendamping Jokowi di Pilpres 2019. Berdasarkan beberapa hasil survei yang digelar, nama Jenderal Gatot kerap muncul. Tak hanya itu, ia bahkan mempunyai presentasi cukup tinggi bila dipasangkan dengan Jokowi. Apalagi jika mengingat kiprahnya sebagai mantan Panglima TNI juga kuat di kalangan militer.

  1. Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)

Menurut keterangan dari Partai Demokrat, sejumlah hasil survei yang digelar memperlihatkan nama Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) cukup berpotensi mendampingi Jokowi di Pilpres 2019.

Bahkan, Jansen Sitindaon selaku Ketua DPP Demokrat menuturkan, AHY bisa menjadi sosok yang berpotensi menggerek elektabilitas Jokowi bila keduanya berpasangan.

Jansen menambahkan, survei pada Oktober 2017 menunjukkan elektabiltas Jokowi berada di bawah angka 505. Menurutnya, ini menjadi peringatan bahwa Jokowi masih belum aman. Oleh sebab itu, ia menyarankan agar Jokowi didampingi dengan sosok yang elektabilitasnya tinggi, yang tak lain adalah AHY.

  1. Anies Rasyid Baswedan

Sebagai Gubernur DKI Jakarta saat ini, Anies Rasyid Baswedan juga merupakan mantan anak buah Jokowi sebagai Menteri Pendidikan ini. Sosoknya dikatakan berpeluang tak kalah besarnya dengan kandidat lain. Terlebih, Anies juga pernah menjadi timses Jokowi di Pilpres 2014 lalu, sehingga berpotensi dengan mantapnya mengatur strategi yang tepat untuk diterapkan.

Sayangnya, pada Pilkada DKI 2016 lalu, Anies harus bercerai dengan Jokowi. Perpisahan tak terelakkan karena Anies menjadi calon gubernur dari partai yang berseberangan dengan pendukung Jokowi. Kendati begitu, namanya kian bersinar setelah Anies berhasil menggulingkan Ahok dalam pemilihan kepala daerah DKI Jakarta.

Berdasarkan hasil dari sejumlah survey, diketahui bahwa nama Anies kerap muncul saat dilakukan penjajakan—baik tertutup maupun terbuka. Faktanya, Jokowi bisa mempertimbangkan Anies untuk dijadikan pendampingnya di Pilpres 2019 mendatang.

  1. Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)

Jokowi dan Ahok pernah menjalani masa-masa yang akrab. Saat itu masyarakat Jakarta mempercayakan kepemimpinan ibukota kepada keduanya. Dari kedekatan dua tokoh ini, dapat disimpulkan betapa mereka merupakan tim dan pasangan ideal. Pasalnya, mereka berdua bisa menarik dukungan baik dari kelompok minoritas maupun kaum muda progresif.

Sayangnya, langkah Ahok harus terjungkal akibat jeratan kasus penodaan agama yang melandanya. Saat ini, Ahok pun harus menjalani hukuman selama 2 tahun penjara.

  1. Sri Mulyani Indrawati

Yang masih hangat diperbincangkan, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati baru saja dinobatkan sebagai Menteri terbaik di dunia oleh World Government Summits yang diselenggarakan di Dubai. Diketahui, Syekh Mohammad bin Rashid Al Maktoum selaku pimpinan Dubai menjadi tokoh yang menyerahkan langsung penghargaan tersebut.

Prestasi besar ini membuat Menteri Sri Mulyani dibanjiri banyak pujian dari berbagai kalangan termasuk Presiden Joko Widodo itu sendiri. Tak ketinggalan, beberapa menteri lain dan pihak swasta seperti MNC Asset Management juga turut memuji kiprah mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini.

Kendati bukan dari kalangan partai politik, Jokowi bisa saja membidik wanita hebat ini untuk menjadi sang pendamping. Apalagi jika mengingat segudang prestasi yang berhasil dicetaknya. Nama Sri Mulyani Indrawati pun tak hanya bersih dari korupsi, ia juga dianggap mampu mengatasi masalah perekonomian bangsa. Dengan demikian, Sri Mulyani patut diperhitungkan untuk dijadikan pendamping yang bisa menambah modal untuk meningkatkan elektabilitas Jokowi.