4 Anggota BEM UI Terbang ke Asmat, Zaadit Taqwa Tak Ikut. Kemana Dia?


SURATKABAR.ID – Empat anggota Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI) terbang ke Asmat, Papua. Mereka ikut dalam rombongan TNI. Namun, tampak Zaadit Taqwa tak ikut dalam rombngan.

Seperti diwartakan laman detik.com, Pendam XVII/Cenderawasih melalui keterangan tertulisnya melaporkan rombongan Tim III Satgas Kesehatan TNI berangkat dari Bandara Halim Perdanakusuma pada Kamis (15/2/2018) pukul 05.00 WIB.

Rombongan ini akan menempuh jalur Hlaim-Semarang-Makassar-Ambon. Diperkirakan mereka bakal tiba di Timika, Papua, sore ini sekitar pukul 16.00 WIT.

Tertulis dalam laporan Pendam XVII/Cenderawasih itu bahwa romongan terdiri dari 19 orang. Di antaranya adalah empat anggota BEM UI yakni Made Desna (FIA 2016), Ade Putra (FIK 2015), Camar (FIB 2016), dan Iban (FT 2015). Dalam keterangan tertulis itu pula dikatakan bahwa Zaadit Taqwa tak ikut serta.

Selain 4 anggota BEM UI, rombongan terdiri dari dokter spesialis anak, kebidanan, dan penyakit dalam, dokter umum dan paramedis. Mereka berasal dari TNI AD-TNI AU-TNI AL. Danrumkitmar Lekol Laut (K) dr Aminuddin Harahap, Sp.A yang jadi pemimpin rombongan.

Keberangkatan mereka dilepas langsung oleh Kapuskesad mayjen TNI dr Bambang Dwi Hasto, SpB, Mayjen Bambang. Ia berpesan pada rombongan, tak terkecuali anggota BEM UI, untuk mengutamakan kemanan.

“Utamakan faktor keamanan, jaga kekompakan termasuk untuk adik-adik Mahasiswa dari BEM UI, di antara dokter-dokter militer yang bertugas bersama kalian saat ini adalah senior-senior kalian se-Almamater alumni UI. Jadi kalian tidak perlu canggung, bertanya dan belajarlah yang banyak kepada senior,” kata Bambang.

Masih dikutip dari detik.com, akun Instagram resmi BEM UI pun mengunggah memen-memen keberangkatan anggotanya ini. Mereka menyebut gerakan itu sebagai GABRUKI (Gerakan Asmat Bebas Gizi Buruk).

Di dalam akun Instagram BEM UI, dijelaskan pula bahwa ada 2 tim dari BEM UI yang terbang ke Asmat. Dan dari foto-foto yang diunggah, tak nampak sosok Zaadit di dalamnya.

Sebelumnya nama Zaadit sendiri mulai dikenal publik luas usai aksi kartu kuningnya pada Presiden Jokowi. Saa itu, salah satu yang disorot Zaadit katanya adalah soal gizi buruk di Asmat.

Presiden pun pernah melayangkan pernyataan untuk memberangkatkan Zaadit dan BEM pada umumnya ke Asmat. Lantas kepada wartawan Zaadit mengaku bahwa dirinya menolak hal itu.

“Jangan sampai uang negara cuma digunakan untuk memberangkatkan mahasiswa. Biarkan kami menggunakan uang kami sendiri untuk berangkat ke Asmat,” katanya pada Selasa (6/2/2018) silam.


BAGIKAN

Komentar

komentar


Terpopuler



Berita sebelumyaMengungkap Fenomena Serangan Terhadap Ustaz yang Selalu Dilakukan Orang ‘Gila’
Berita berikutnyaInspiratif, Kisah Mualaf Tionghoa yang Jual Nasi Kuning Murah di Ibu Kota