Geger! Diduga Ajarkan Aliran Sesat, Sejumlah Warga Palebon Diciduk Polisi


SURATKABAR.ID – Polsek Pedurungan Polrestabes Semarang berhasil mengamankan sejumlah orang yang diduga menggelar kegiatan penyimpangan aliran yang dilaksanakan di rumah Nomor 7 RT 11 Palebon, Pedurungan Kota Semarang, pada Rabu (14/2) malam.

Dilansir dari Jatengpos.com, terdapat ada 43 orang dari sebanyak 11 kepala keluarga yang diamankan dalam kegiatan tersebut, karena diduga menjadi anggota dari kelompok ajaran alira sesat tersebut. Yang mengejutkan, dari 11 keluarga, salah satunya masih memiliki bayi berusia 2 bulan.

Terkait aksi pengamanan tersebut, Kapolsek Pedurungan Kompol Mulyadi menyebutkan dari puluhan orang yang diamankan, turut diamankan salah satu orang yang ternyata merupakan anggota dari Polisi Militer Angkatan Laut (Pomal) Surabaya.

“Kami mendapat laporan dari rekan-rekan di Pomal kalau ada salah satu anggotanya yang terlibat dalam kelompok ini. Makanya, kami membantu mereka untuk mengamankan,” jelas Mulyadi pada Rabu (14/2) tengah malam, seperti dikutip dari Jatengpos.com, Kamis (15/2/2018).

Sebelumnya, berhembus info terkait adanya kegiatan aliran yang diduga ajaran sesat di tempat tersebut beredar. Dan karena menimbulkan keresahan di lingkungan tersebut, warga memutuskan melapor dengan mengatakan tetangga mereka mengajarkan aliran menyimpang.

Meski cukup banyak laporan dari warga yang mencurigai di rumah tersebut terjadi kegiatan penyimpangan kepercayaan, namun tidak dijelaskan lebih lanjut tentang bagaimana kegiatan aliran sesat yang dimaksudkan.

Polsek Pedurungan turut mengamankan sang pemilik rumah Andi Rodiyono (63) yang diduga digunakan sebagai tempat melakukan kegiatan menyimpang tersebut ke Mapolsek Pedurungan guna menjalani serangkaian pemeriksaan terkait kecurigaan masyarakat sekitar.

Menurut informasi yang didapatkan dari warga setempat, kegiatan di kediaman Andi tersebut sudah berlangsung sejak beberapa bulan belakangan ini. Dan selama diadakan kegiatan bersama, rumah tersebut selalu tertutup dan para penghuninya jarang keluar rumah.

Namun dari pengakuan Andi yang dibawa ke Mapolsek Pedurungan, kelompoknya tidak melakukan praktik ajaran aliran sesat. Katanya kelompoknya hanya berkumpul untuk mendiskusikan sesuatu. “Tidak ada apa-apa. Kami hanya berkumpul dan berdiskusi membahas persoalan kehidupan,” tukasnya.

Soal kecurigaan warga tentang anak-anak di rumahnya tak boleh sekolah, sementara orang dewasanya tak diperbolehkan bekerja karena sepanjang hari harus berada di dalam rumah, Andi menjelaskan, “Kami berusaha selama satu tahun ini tidak ebrinteraksi dengan dunia luar. Setelah itu baru bisa.”