Duh! Mantan Jurnalis Ini Dijemput Paksa karena Tulisannya soal Ketum PPP


SURATKABAR.ID – Asyari Usman yang merupakan seorang mantan jurnalis dijemput paksa oleh Penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri pada Jumat (09/02/2018) pagi. Eks jurnalis tersebut dinilai telah mencemarkan nama baik Ketum PPP lewat tulisan yang diunggahnya di salah satu media online.

“Betul, terkait pencemaran nama baik dan fitnah yang dilakukan Ansyari,” ungkap Kasubdit II Dittipidsiber Bareskrim Polri Kombes Pol Asep Safrudin saat dikonfirmasi, Jumat (09/02/2018)  petang. Demikian dilansir dari laporan Kompas.com.

Aparat kepolisian menjemput paksa Ansyari lantaran dirinya tak menggubris panggilan penyidik.

Dalam tulisan Ansyari di media teropongsenayan.com dengan judul “Dukung Djarot-Sitorus: Ketum PPP Menjadi ‘Politisex Vendor'”, ia menyebut Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy (Romi) merupakan sosok diktaktor dan oportunis. Ini dikarenakan yang bersangkutan mengusung pasangan Djarot dan Sihar Sitorus dalam Pilkada Sumatera Utara.

Asep juga menambahkan, saat ini penyidik masih belum menentukan status Ansyari.

“Kami sedang melakukan pemeriksaan,” lanjut Asep dikutip dari Bangka.Tribunnews.com.

Asyari Usman Tak Tahu Dilaporkan Romahurmuziy

Di sisi lain, Asyari Usman yang juga merupakan mantan jurnalis BBC ini tak tahu bahwa dirinya dilaporkan Romahurmuziy.

Ketua Dewan Pembina Tim Pengacara Muslim Pusat Mahendradatta mengungkapkan, penangkapan terhadap Asyari Usman tanpa didahului pemanggilan terlebih dahulu.

Bahkan, ia melanjutkan, Asyari tak tahu bahwa dirinya akan diperiksa atas laporan kuasa Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy (Romi).

“Tidak ada (surat panggilan). Dia juga nanya ke saya, kok langsung klarifikasi tidak ada panggilan,” ujar Mahendradatta kepada Kompas.com, Jumat (9/2/2018) malam.

Menurut Asyari, seperti diterangkan oleh Mahendradatta, ia didatangi petugas Bareskrim pada Kamis (08/02/2018) malam untuk diperiksa keesokan harinya.

Asyari langsung menghubungi Mahendradatta soal kedatangan petugas Bareskrim. Mahendradatta mengaku tak tahu apakah kedatangan petugas malam itu untuk menangkap Asyari atau penjemputan.

“Malam itu tidak ada surat penangkapan. Katanya tadi, bahwa tadi pagi ditunjukkan (surat). Bingung saya,” imbuhnya.

Mahendradatta mengklaim pihaknya telah berbincang langsung dengan Asyari melalui sambungan telepon.

Menurut Asyari, pemeriksaan kemarin dilakukan untuk mengisi berita acara pemeriksaan sebagai tersangka. Padahal, sebelumnya sekalipun Asyari belum pernah diperiksa.

“Saya protes pun Penyidik hanya mengatakan menjalankan tugas. Percumalah,” tukas Mahendradatta.