Polemik! Menteri Israel Desak Pembangunan Kuil Yahudi di Al Aqsa


    SURATKABAR.ID – Menteri Pertanian Israel, Uri Ariel, mendesak agar pembangunan kuil Yahudi di kompleks Masjid Al Aqsa, Yerusalem Timur, seegra dilakukan. Langkah ini dikethaui merupakan pembalasan bagi kematian warga Israel.

    “Kini tiba waktunya untuk mengakui hak orang-orang Yahudi di tanah ini. Sekaligus waktu yang tepat untuk membangun kuil Yahudi,” ujar Menteri Pertanian Uri Ariel saat pemakaman warga yang terbunuh di Tepi Barat, Senin (05/02/2018) lalu. Demikian seperti dilansir dari Anadolu Agency via JawaPos.com, Jumat (09/02/2018).

    Tempat Berdirinya Dua Bait Suci Yahudi

    Sementara itu, kompleks Masjid Al Aqsa sendiri merupakan situs Islam tersuci ketiga di dunia bagi umat Muslim.

    Di lain pihak, orang-orang Yahudi mengungkapkan bahwa kompleks tersebut merupakan Bukit Bait Suci. Mereka mengklaim, kompleks itu merupakan tempat berdirinya dua bait suci Yahudi di zaman kuno.

    Baca juga: Astaga! Juminten Tewas Terjerat Selendang yang Terlilit Gir Sepeda Motor

    Ariel mendesak Pemerintah Israel untuk memberlakukan kedaulatan penuh di wilayah Palestina.

    “Kita harus menyatakan dengan jelas, hanya akan ada satu negara berdaulat di antara Yordania dan Laut Tengah, yaitu negara Israel, dengan Yerusalem bersatu sebagai ibu kotanya,” tegas Ariel.

    Sejak Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel pada 6 Desember 2017 lalu, ketegangan masih meliputi wilayah Palestina hingga kini. Hal ini juga memicu sejumlah aksi protes di negara-negara Arab dan Muslim.

    Yerusalem masih menjadi poros konflik Timur Tengah, karena warga Palestina menginginkan Yerusalem Timur sebagai Ibu Kota Palestina di masa mendatang.

    Israel Larang Pekerjaan Rekonstruksi di Al-Aqsa

    Sebelumnya, pihak berwenang Israel juga telah memperingatkan kepada pejabat di Masjid Al-Aqsa Yerusalem untuk tidak melakukan pekerjaan restorasi di dalam kompleks masjid.

    “Polisi Israel memaksa jalan mereka ke kantor komite rekonstruksi Al-Aqsa dan memperingatkan para insinyur untuk tidak melakukan pekerjaan mosaik atau mengembalikan langit-langit kayu kubah masjid,” ujar Juru bicara untuk Wakaf Keagamaan Jordan yang dikelola Yordania (Awqaf) Firas al-Dib kepada Anadolu, Selasa (16/01/2018). Demikian seperti dilansir dari reportase Republika.co.id.

    Dia menambahkan, polisi juga melarang melakukan rekonstitusi di masjid Al-Qibli dan Marwani. Diketahui, lokasi keduanya terletak di kompleks Al-Aqsa.

    Baca juga: Terciduk! Salah Gunakan Visa Turis, Dua Pelawak Indonesia Dibui di Hong Kong

    “Mereka bahkan mengancam penahanan jika ada pekerjaan tambahan yang dilakukan,” tutur al-Dib.