Pelik! Kisah Thoha yang Terus Berjuang Mengundurkan Diri dari PNS


SURATKABAR.ID – Seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) bernama Ahmad Thoha Faz memilih untuk mengundurkan diri dari bagian Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (Dakop dan UKM) Kabupaten Tegal. Namun demikian, putusannya untuk melepaskan profesi penyuluh tersebut tidak berjalan lancar. Pasalnya, Pemkab Tegal menolak pengunduran diri tersebut.

Seperti dilansir dari laman JawaPos.com, Kamis (08/02/2018), penolakan tersebut dikarenakan selama tiga tahun Thoha Faz sedang menjalani hukuman disiplin tingkat berat berupa penurunan pangkat setingkat lebih rendah.

“Saya mengajukan permohonan pengunduran diri pada 23 Januari 2018. Kemudian pada 31 Januari 2018, saya mendapat surat penolakannya,” ujar Ahmad Thoha Faz saat dikonfirmasi wartawan Radar Tegal (Jawa Pos Group) di Perumahan Griya Mutiara Dika, Kabupaten Tegal, yang merupakan tempat tinggalnya pada Selasa (06/02/2018).

Matematika Detik

Meskipun sudah ditolak, namun pencetus dari Matematika Detik ini tidak akan patah semangat. Ia akan terus melayangkan surat permohonan lagi agar dirinya bisa mengundurkan diri dari PNS. Ia bahkan sudah berencana. Jika sudah keluar dari PNS, penulis buku Titik Ba ini akan mengembangkan Matematika Detik di seluruh Indonesia.

Baca juga: Pengganti Mas Kawin, Seorang Istri Tuduh Suami Curi Ginjalnya

Saat ini, yang sudah bekerjasama dengannya terkait pengembangan Matematika Detik itu adalah komunitas alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) Sumatera Utara, komunitas pendidik di Lombok, SDIT Osamah Kota Tegal, BIAS Assalam Kota Tegal, SMPN 1 Slawi, dan SMAN 1 Slawi.

Adapun yang akan menjalin kerjasama dengannya adalah kampus ITB, Yayasan Al Azhar Jakarta, Badan Litbang Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

“Temuan saya (Matematika Detik) ini juga sedang dijadikan sebagai ajang tesis dan skripsi para mahasiswa. Karena itulah, saya akan fokus ke Matematika Detik ini,” ungkapnya.

Mengutip situs matematikadetik.com, Matematika Detik merupakan sebuah metode menghitung operasi matematika hanya dalam hitungan detik saja. Untuk pengerjaannya bisa menggunakan TOSM (Test Of Second Mathemathic). TOSM sendiri merupakan sebuah tes sederhana yang terdiri dari berbagai macam level, seperti level A1, A2, dan A3.

Karena Tak Pernah Absen Fingerprint

Sesungguhnya, jika dirinya tak dikenakan hukuman disiplin, pihaknya mengklaim akan membagikan ilmunya kepada seluruh pelajar di Kabupaten Tegal. Awalnya, Thoha memang sudah sempat membagikan ilmunya tersebut. Ia melakukan itu setelah sebelumnya mendapat mandat dari Wakil Bupati Tegal Umi Azizah saat acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kabupaten di Taman Rakyat Slawi Ayu.

Namun, saat dirinya tengah melaksanakan mandat tersebut, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) menegurnya lantaran tak pernah absen melalui fingerprint.

“Pangkat saya langsung diturunkan. Dari golongan III/b menjadi III/a. Terhitung mulai dari 1 Januari 2018 sampai 1 Januari 2021. Karena saya dianggap melanggar PP Nomor 53 tahun 2010,” tukasnya.

Disarankan Mengadu ke PTUN

Thoha yang resmi tergabung dalam PNS sejak 2010 tersebut mengaku mendapat saran dari koleganya untuk membawa masalah ini ke Peradilan Tata Usaha Negara (PTUN). Namun, hingga saat ini ia belum melakukan itu. Ia hanya berharap, Pemkab Tegal segera mengeluarkan SK pemberhentiannya dari PNS.

Dengan demikian, dirinya bisa bebas mengembangkan Matematika Detik.

“Saya ingin mensosialisasikan Matematika Detik ini supaya masyarakat Indonesia tidak gagap hitung,” pungkasnya.

Sebelumnya, Ahmad Thoha Faz selaku Pegawai Dinas Dakop dan UKM Kabupaten Tegal diberitakan terpaksa mengundurkan diri dari Pegawai Negeri Sipil (PNS). Ada dua hal yang menyebabkan dirinya mengundurkan diri. Pertama, ia ingin mengurus orangtuanya yang sudah lanjut usia. Kedua, dikarenakan adanya masalah eksternal.

Baca juga: Gaji PNS Muslim Bakal Dipotong, Untuk Apa?

Masalah eksternal tersebut adalah tuduhan yang dilayangkan padanya, bahwa ia telah memakan gaji buta selama berbulan-bulan. Oleh beberapa orang yang mengetahui bahwa dirinya tidak pernah absen di kantornya, Thoha dituduh seperti itu. Padahal, dia tak absen karena mensosialisasikan Matematika Detik ke sejumlah sekolah guna mengamanahkan mandat dari Wakil Bupati Tegal Umi Azizah.